proposal PKP

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Salah satu tugas pendidik adalah dapat meningkatkan kesadaran   penghayatan, kepedulian peserta didik terhadap ekonomi rakyat. Menyadarkan murid sedini mungkin tentang ekonomi terutama yang membela pada rakyat. Sebagaimana tertera dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 1 yang berbunyi “ Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan”. Bunyi pasal tersebut sesuai dengan usaha ekonomi rakyat dan salah satu usahanya adalah koperasi.

Namun kenyataanya ,belajar mengajar merupakan suatu proses yang rumit karena tidak sekedar menyerap informasi dari guru tetapi harus melibatkan berbagai kegiatan maupun tindakan dari siswa. Apabila menemukan materi yang sifatnya abstrak maka perlu disajikan guru sedemikian rupa sehingga dapat dipahami murid dengan mudah.

Pada hari $$$$$$$$$$$$$ penulis melakukan pembelajaran di kelas IV,tentang koperasi. Dari hasil pembelajaran tersebut ternyata menghasilkan nilai yang kurang memuaskan,. Dari $$ siswa hanya 45% siswa yang tuntas pembelajaran dan 55% siswa yang belum tuntas pembelajaran. Hal tersebut,penulis menemukan dua permasalahan pokok yang diperoleh dari penguji / teman sejawat yaitu siswa  kurang memperhatikan pelajaran dan cara mengajar guru yang lebih banyak ceramah dari pada melibatkan keaktifan siswa. Akhirnya penulis sadar kalau pendidikan merupakan langkah sistematis untuk membangun, membentuk, mengubah karakter atau watak (Nation and character building). Jika mengajar hanya ceramah saja tanpa membiarkan siswa terlibat aktif dalam pembelajaran maka bisa merusak karakter/watak siswa .

Akhirnya penulis melakukan perbaikan pembelajaran dengan lebih banyak melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini lebih difokuskan proses belajar mengajar tentang koperasi di kelas $$$$$$$$$$$$$ dalam bentuk PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dengan judul “ Penerapan strategi take and give untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang koperasi di kelas $$$$$$$$$$$$

B. Rumusan masalah

Berangkat dari latar belakang permasalahan di atas, maka permasalahan yang akan diteliti dalam PTK (Penelitian Tindakan Kelas) ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

1. Apakah penerapan strategi take and give pada pokok bahasan koperasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa ?

2. Bagaimana partisipasi siswa terhadap pembelajaran dengan strategi take and give ?

C. Tujuan Penelitian

Setelah identifikasi terhadap masalah – maslah yang ada , maka tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menerakan strategi take and

give pada pokok bahasan koperasi .

2. Untuk mengetahui partisipasi siswa terhadap pembelajaran dengan strategi

take and give.

D. Manfaat Penelitian

Dalam penelitian ini hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai berikut :

  1. Sebagai bahan referensi bagi guru – guru terutama sekolah dasar.
  2. Sebagai pertimbangan bagi guru yang menemui masalah yang sama atau mendekati masalah ini.
  3. Sebagai sumbangan bagi dunia pendidikan.           

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Karakteristik Pembelajaran Take and Give

Pembelajaran kontekstual merupakan suatu proses pendidikan yang holidtik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya yang mengaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan sehari-hari (Konteks pribadi, sosial, kultural), sehingga siswa memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan / konteks kepermasalahan / konteks lainnya.

Salah satu pembelajaran kontekstual adalah strategi take and give. Media yang diperlukan dalam pembelajaran ini adalah: 1) Kartu ukuran 10X15 cm, sejumlah perserta . Tiap kartu berisi materi sesuai dengan TPK, 2) Kartu kontrol sejumlah siswa,

Langkah-langkah pembelajarannya adalah : 1) Siapkan kelas sebagaimana mestinya, 2) Jelaskan materi sesuai TPK, 3) Setiap siswa diberi 1 kartu untuk dipelajari (dihafalkan) lebih kurang 5 menit, 4) Semua siswa disuruh berdiri dan mencari pasangan untuk saling menginformasikan materi sesuai kartu masing-masing. Setiap siswa harus mencatat nama pasangannya pada kartu kontrol, 5) Demikian seterusnya sampai setiap peserta dapat saling memberi dan menerima materi masing-masing, 6) Untuk mengevaluasi keberhasilan berikan siswa pertanyaaan sesuai dengan kartunya.

B. Pembelajaran PAIKEM Menentukan Proses dan Hasil Pembelajaran

Prinsip belajar merupakan ketentuan/hukum yang harus dijadikan pegangan didalam pelaksanaan pembelajaran. Sebagai suatu hukum prinsip belajar akan sangat menentukan proses dan hasil belajar.  Prinsip belajar tersebut antara lain motivasi, perhatian, aktifitas, umpan balik dan perbedaan individu.

  1. Motivasi

Motivasi berfungsi sebagai motor penggerak aktivitas. Bila motornya tidak ada maka aktifitas tidak akan terjadi. Motornya lemah akhirnya yang terjadipun lemah pula.

Motivasi belajar berkaitan erat dengan tujuan yang hendak dicapai oleh individu yang sedang belajar itu sendiri Bila orang yang sedang belajar menyadari bahwa tujuan yang hendak dicapai berguna atau bermanfaat baginya, maka motivasi belajar akan muncul dengan kuat. Motivasi belajar seperti itu disebut motivasi belajar intrinsik atau motivasi internal. Jadi munculnya motivasi intrinsik dalam belajar, karena siswa ingin menguasai kemampuan yang terkandung dalam pembelajaran.

  1. Perhatian

Perhatian adalah pemusatan energi psikis (fikiran dan perasaan) terhadap suatu obyek.  Makin terpusat perhatian pada pelajaran, proses belajar makin baik, dan hasilnya akan baik pula. Oleh karena itu guru harus berusaha supaya perhatian siswa terpusat dalam pelajaran. Memunculkan perhatian seseorang pada suatu obyek dapat diakibatkan oleh dua hal. Pertama, Orang itu merasa bahwa obyek itu punya kaitan dengan dirinya; umpamanya kebutuhan, cita-cita, pengalaman bakat, minat. Kedua, Obyek itu sendiri dipandang memiliki sesuatu lain dari yang lain, atau yang lain dari yang sudah biasa , lain dari pada yang umumnya muncul.

  1. Aktivitas

Belajar merupakan aktivitas yaitu aktivitas mental dan emosional. Oleh karena itu guru jangan sampai menjadikan siswa tidak ikut aktif belajar. Lebih jauh dari  sekedar mengaktifkan siswa, guru harus berusaha meningkatkan kadar aktifitas belajar tersebut.

c.Umpan balik

Guru perlu memberikan umpan balik kepada siswa dengan segera, supaya tidak terlanjur berbuat kesalahan ynag dapat menimbulkan kegagalan belajar.

  1. Perbedaan individual

Belajar tidak dapat diwakilkan orang lain. Tidak belajar berarti tidak memperoleh kemampuan. Belajar dalam arti proses emosional terjadi secara individual.Jika kita mengajar dikelas, sudah barang tentu kadar aktivitas belajar para siswa beragam.

Upaya untuk menggairahkan kegiatan belajar mengajar, dalam filsafat konstruktifisme dikenal dengan istilah PAIKEM. PAIKEM merupakan singkatan dari Pembelajaran Aktif,  Iovatif, Kreatif, Efektif, dan menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan.

Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif . Jika siswa sudah menanamkan hal ini dalam pikirannya, tidak akan lagi siswa yang pasif di kelas, perasaan tertekan, kemungkinan kegagalan, keterbatasan pihlihan, dan tentu saja akan terhindar dari bosan.

Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara mengakomodasi setiap karakteristik diri. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Contohnya, sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dan menggunkan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan, auditory atau kemampuan mendengar,kinestetik. Hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental, diantaranya membangun rasa percaya diri siswa.

Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan maksudnya suasana belajar mengajar yang menggairahkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar.

Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan, tetapi tidak efektif, pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.

Secara garis besar, PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut; 1) Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dalam penekanan pada belajar melalui berbua, 2) Guru menggunkan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat, termasuk dalam menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa, 3) Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok, 4) Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.

C. Koperasi

Pembahasan ekonomi salah satu bidang ilmu social akan dikaitkan dengan koperasi yang menurut undang-undang menjadi sokoguru perekonomian Indonesia. Tentu saja pembahasan kita tentang ekonomi sebagai bidang ilmu dengan konsep-konsep dasarnya, menjadi sorotan utama. Dalam undang-undang Nomor 25/1992  tentang perkoperasian dalam upaya memantapkan ekonomi kekeluargaan dan deklarasi ekonomi. Berdasarkan undang-undang tersebut”koperasi ialah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan berlandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat berdasarkan asas kekeluargaan”. Sedangkan Iternational Cooperative Alliance (ICA) dalam buku The Cooperative Principles, karangan P.E. Weraman (A.A. Chaniago, Ch. Toweula dkk: 1995:225) memberikan definisi:

Koperasi adalah kumpulan orang-orang atau badan hukum: yang bertujuan untuk perbaikan sosial ekonomi anggotanya melalui memenuhi kebutuhan anggotanya dengan jalan berusaha bersama saling membantu antara satu dengan yang lainnya dengan cara membatasi keuntungan, usaha tersebut harus didasarkan atas prinsip-prinsip koperasi.

Berdasarkan tulisan Bapak Koperasi Indonesia,Drs.Mohammad Hatta , pada hari koperasi ke-1 tanggal 12 Juli 1951 (A.A.Chaniago, Ch. Toweula dkk: 1995:225) memberikan definisi : “ koperasi adalah bangun organisasi sebagai badan usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan”.

Dari tiga batasan tadi dapat ditarik kesimpulan bahwa koperasi adalah kegiatan ekonomi bersama dari para anggotanya, berasaskan kekeluargaan, kerakyatan, demi keuntungan bersama dan tidak mengutamakan keuntungan keuntungan ekonomi semata-mata, melainkan juga keuntungan sosial.

Ekonomi yang berasas kekeluargaan, yang menguasai hajat hidup orang banyak yang diarahkan pada kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya,telah tercantum dalam UUD 1945. Selanjutnya bagaimanakah kenyataannya hasil upaya ekonomi seperti itu dinikmati sebagian penduduk Warga Negara Indonesia, masih menuntut perjuangan. Hal inilah yang wajib menjadi kepedulian dan perjuangan kita bersama. Nusantara tercinta bukan milik segelintir pengusaha raksasa, meskipun pada kenyataannya demikian, melainkan menjadi milik otentik seluruh rakyat Indonesia. Pendidikan IPS wajib menggiring kesadaran, penghayatan dan kepedulian peserta didik terhadap hakekat ekonomi rakyat yang menjadi amanat UUD 1945.

BAB III

PELAKSANAAN PENELITIAN

  1. A. Subjek Penelitian
  1. Tempat  penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di kelas $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$

  1. Waktu penelitian

Tabel 3.1

Jadwal Pelaksanaan

No. Hari, Tanggal Kelas Kompetensi Dasar Siklus Pukul
1. Pra siklus
2. Siklus I
3. Siklus II

  1. B. Deskripsi Persiklus
  2. 1. Pra siklus

a. Perencanaan

Pada tanggal $$$$$$$$$$$$ penulis memulai membuat perencanaan. Penulis mencari bahan-bahan yang diajarkan seperti buku materi IPS tentang koperasi, silabus, media pembelajaran. Kemudian penulis membuat rencana pembelajaran, lembar observasi, dan tes formatifnya.

b. Pelaksanaan

Dalam proses pembelajaran diawali dengan menyiapkan alat/bahan dan mengatur kondisi kelas. Kemudian mengucapkan salam, mengabsen siswa, membantu dan membimbing siswa menyiapkan bahan belajar. Melaksanakan apersepsi sekaligus memberi motivasi  dan perhatian siswa. Pada kegiatan awal siswa mengikuti pelajaran dengan baik.

Pada kegiatan inti guru menjelaskan tentang pengertian dan lambang koperasi. Kemudian guru membimbing siswa membentuk kelompok, guru membagikan tugas kelompok. Siswa melakukan diskusi kelompok, setelah itu siswa melaporkan hasil kerja kelompok. Kemudian guru menyimpilkan hasil kerja kelompok siswa.

c. Observasi

Dalam pelaksanaan pembelajaran hasil pengamatan diperoleh dari lembar observasi dan tes formatif. Dari lembar observasi ada 20 kriteria penilaian dan jumlah total poin adalah 80 poin. Penulis hanya mendapat 54 poin atau sekitar 58,1% . Dari hasil tes fomatif siswa yang tuntas pembelajaran ada 9 anak atau sekitar 45% dan yang belum tuntas pembelajran ada 11 anak atau 55%.

d. Refleksi

Dari pembelajaran tersebut akhirnya penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada diri penulis diantaranya adalah mengajarnya yang terlalu banyak ceramah, kurang menggunakan media, kurang memberi motivasi dan perhatian pada siswa, kurang memberi kesempatan siswa bertanya.  Dan ini akan menjadi dasar untuk memperbaiki pembelajaran selanjutnya. Berikut adalah catatan dari teman sejawat, yaitu :

-          Kurangi mengajar yang terlalu banyak ceramah.

-          Gunakan media yang baik supaya pembelajaran menyenangkan.

-          Berilah motivasi dan perhatian supaya siswa antusias belajar.

-          Berilah kesempatan siswa bertanya.

  1. 2. Siklus I

a.Perencanaan

Berdasarkan kesalahan pada pembelajaran yang penulis lakukan pada prasiklus maka penulis melakukan perbaikan. Pada tanggal $$$$$$$$$ penulis memulai membuat perencanaan. Penulis mencari bahan-bahan yang diajarkan yang sama dengan sebelumnya serta media pembelajaran yang baru. Kemudian peneliti membuat rencana pembelajaran, lembar observasi, dan tes formatifnya.

b.Pelaksanaan

Dalam proses pembelajaran diawali dengan menyiapkan alat/ bahan dan mengatur kondisi kelas. Kemudian mengucapkan salam, mengabsen siswa, membantu dan membimbing siswa menyiapkan bahan belajar. Melaksanakan apersepsi sekaligus memberi motivasi  dan perhatian siswa. Pada kegiatan awal siswa mengikuti pelajaran dengan baik.

Pada kegiatan inti guru membagikan kartu nomor yang dibalik kartu ada bagian materi pelajaran. Siswa sangat antusias setelah mendapat kartu nomor tersebut. Kemudian siswa diberi waktu 5 menit untuk mempelajari/menghafal materi. Siswa diminta berdiri membentuk 2 baris saling berhadapan/ berpasangan. Siswa saling menginformasikan materi yang didapat sampai semua siswa dapat berpasangan. Siswa mencatat setiap teman pasangan barunya.  Guru mengevaluasi dengan memberi pertanyaan sesuai dengan kartunya. Hasil yang dicapai sudah lebih baik dari sebelumnya.

c. Observasi

Dalam pelaksanaan pembelajaran hasil pengamatan diperoleh dari lembar observasi dan tes formatif. Dari lembar observasi ada 20 kriteria penilaian dan jumlah total poin adalah 80 poin. Penulis mendapat 60 poin atau sekitar 64,5% . Dari hasil tes fomatif siswa yang tuntas pembelajaran ada 12 anak atau sekitar 60% dan yang belum tuntas pembelajran ada 8 anak atau 40%.

d.Refleksi

Dari pembelajaran tersebut akhirnya penulis senang karena pembelajaran yang sudah dilakukan lebih baik dari sebelumnya. Siswa sudah antusias dalam pembelajaran. Namun hal ini belum selesai karena masih ada kekurangan yang perlu perbaiki sehingga akan menjadi hasil yang lebih baik lagi. Berikut adalah catatan dari teman sejawat, yaitu :

-          Media pembelajaran sudah bagus.

-          Perhatian dan motivasi ke siswa sudah baik

-          Siswa sudah antusias belajar.

-          Siswa sudah diberi kesempatan bertanya

  1. 3. Siklus II

a.Perencanaan

Sebelum pembelajaran penulis mencari kesalahan pembelajaran pada siklus  I. Penulis mencari bahan-bahan yang diajarkan yang sama dengan sebelumnya serta media pembelajaran yang sama dengan siklus I. Kemudian penulis membuat rencana pembelajaran, lembar observasi, dan tes formatifnya.

b. Pelaksanaan

Dalam proses pembelajaran diawali dengan menyiapkan alat/ bahan dan mengatur kondisi kelas. Kemudian mengucapkan salam, mengabsen siswa, membantu dan membimbing siswa menyiapkan bahan belajar. Melaksanakan apersepsi sekaligus memberi motivasi  dan perhatian siswa. Pada kegiatan awal siswa mengikuti pelajaran dengan baik.

Pada kegiatan inti guru membagikan kartu nomor yang dibalik kartu ada bagian materi pelajaran. Siswa masih sangat antusias seperti pada siklus I.. Seperti pada siklus pertama siswa diberi waktu 5 menit untuk mempelajari/ menghafal materi. Siswa diminta berdiri membentuk 2 baris saling berhadapan/ berpasangan. Siswa saling menginformasikan materi yang didapat sampai semua siswa dapat berpasangan. Siswa mencatat setiap teman pasangan barunya.  Guru mengevaluasi dengan memberi pertanyaan sesuai dengan kartunya. Hasil yang dicapai sudah memuaskan dan banyak yang tuntas dalam pembelajaran.

c. Observasi

Dalam pelaksanaan pembelajaran hasil pengamatan diperoleh dari lembar observasi dan tes formatif. Dari lembar observasi ada 20 kriteria penilaian dan jumlah total poin adalah 80 poin. Penulis mendapat 78 poin atau sekitar 97,5% . Dari hasil tes fomatif siswa yang tuntas pembelajaran ada 19 anak atau sekitar 95% dan yang belum tuntas pembelajran ada 8 anak atau 5%.

  1. d. Refleksi

Dari pembelajaran tersebut akhirnya penulis sangat senang karena pembelajaran yang sudah dilakukan tambah lebih baik dari sebelumnya. Siswa sudah antusias dalam pembelajaran. Dan hasil siswa dalam pembelajaran sebagian besar sudah tuntas. Berikut adalah catatan dari teman sejawat, yaitu :

-          Pembelajaran sudah tambah lebih baik.

-          Media pembelajaran sudah bagus.

-          Perhatian dan motivasi ke siswa sudah lebih baik

-          Siswa sudah antusias belajar.

-          Siswa sudah diberi kesempatan bertanya

DAFTAR PUSTAKA

TIDAK LULUS SENSOR………….

NB : LAPORAN INI KHUSUS UNTUK TEMEN” MAHASISWA UT YG LAIN JGN COBA”

JIKA ANDA BINGUNG SETELAH MEMBACA LAPORAN INI SEGERALAH MINUM OBAT…

About these ads

One response to “proposal PKP

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s