Hakikat Media

Secara harfiah kata media memiliki arti “perantara” atau “pengantar”. Association for Education and Communication Technology (AECT) yang dikutip Asnawir (2002: 11) mendefinisikan media yaitu segala bentuk yang dipergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi. Sedangkan Educationan Association (NEA) mendefinisikan sebagai benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan dengan baik dalamkegiatan belajar mengajar, dapat mempengaruhi efektifitas program instruksional.

Dari definisi-definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian media merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan audien (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses  belajar pada dirinya. Penggunaan media secara kreatif akan memungkinkan audien (siswa) untuk belajar lebih baik dan dapat meningkatkan performan mereka sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan efisien yang meskipun sederhana dan bersahaja tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan. Di samping mampu menggunakan alat-alat yang  tersedia, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media pembelajaran yang akan digunakannya apabila media tersebut belum tersedia. Untuk itu guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pembelajaran.

Beberapa istilah media pembelajaran yang kebanyakan para ahli pendidikan membedakannya antara media dan alat peraga, namun kedua istilah tersebut juga digunakan saling bergantian.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, ketepatgunaan, kondisi siswa, ketersediaan perangkat keras dan perangkat lunak, mutu teknis dan biaya. Oleh sebab itu, beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan antara lain:

a.       Media yang dipilih hendaknya selaras dan menunjang tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Masalah tujuan pembelajaran ini merupakan komponen yang utama yang harus diperhatikan dalam memilih media. Dalam penetapan media harus jelas dan operasional, spesifik, dan benar-benar tergambar dalam bentuk perilaku (behavior).

b.      Aspek materi menjadi pertimbangan yang dianggap penting dalam memilih media. Sesuai atau tidaknya antara materi dengan media yang digunakan akan berdampak pada hasil pembelajaran siswa.

c.       Kondisi audien (siswa) dari segi subjek belajar menjadi perhatian yang serius bagi guru dalam memilih media yang sesuai dengan kondisi anak. Faktor umur, intelegensi, latar belakang pendidikan, budaya, dan lingkungan anak menjadi titik perhatian dan pertimbangan dalam memilih media pengajaran.

d.      Ketersediaan media di sekolah atau memungkinkan bagi guru mendesain sendiri media yang akan digunakan merupakan hal yang perlu menjadi pertimbangan seorang guru. Seringkali suatu media dianggap tepat untuk digunakan di kelas akan tetapi di sekolah tersebut tidak tersedia media atau peralatan yang diperlukan, sedangkan untuk mendesain atau merancang suatu media yang dikehendaki tersebut tidak mungkin dilakukan oleh guru.

e.       Media yang dipilih seharusnya dapat menjelaskan apa yang akan disampaikan kepada audien (siswa) secara tepat dan berhasil guna, dengan kata lain tujuan ditetapkan dapat dicapai secara optimal.

f.       Biaya yang akan dikeluarkan dalam pemanfaatan media harus seimbang dengan hasil yang akan dicapai. Pemanfaatan media yang sederhana mungkin lebih menguntungkan daripada menggunakan media yang canggih (teknologi tinggi) bilamana hasil yang dicapai tidak sebanding dengan dana yang dikeluarkan.

Imansjah Alipande (2000 : 153) mengemukakan, “Alat bantu mengajar atau alat peraga adalah segala sesuatu yang dapat digunakan  dalam mengajar agar pengajaran dapat  berlangsung efektif dan efisien.” Sedangkan Tamsyk Udin (1999 : 95) mengemukakan, “Alat bantu mengajar atau media gambar adalah sebagai perantara dan secara khusus dapat diartikan sebagai saluran komunikasi. Jadi alat peraga merupakan alat atau saluran untuk menyampaikan pesan.”

Media gambar dapat mempermudah guru dalam menyampaikan materi pelajaran dan mempermudah siswa dalam menerima dan memahami materi pelajaran yang disampaikan guru.

Ivor K. davies (1993 : 152) mengemukakan bahwa sifat-sifat media  gambar adalah :

a) Kemampuan untuk meningkatkan profesi; b) kemampuan untuk meningkatkan pengertian; c) kemampuan untuk memberi penguat;                d) kemampuan untuk meningkatkan transfer atau pengalihan belajar;             e) kemampuan untuk meningkatkan retensi.

 

Imansjah Alipande (2000 : 153) mengemukakan bahwa tujuan atau manfaat dari media gambar adalah :

1) Menambah kegiatan belajar siswa; 2) Menghemat waktu belajar; 3) Membantu anak yang ketinggalan dalam belajarnya; 4) Memberikan situasi yang wajar untuk belajar membangkitkan minat, perhatian, aktivitas membaca sendiri dan turut serta dalam berbagai kegiatan di kelas.

 

Sementara Ivor K. Davies (2000 : 154) mengemukakan bahwa tujuan media peraga khususnya media gambar di antaranya :

1) Siswa dapat belajar sendiri dari alat peraga tersebut; 2) Besarnya jumlah hasil belajar bergantung dari ketepatan alat peraga tersebut untuk  tujuan belajar dan struktur tugas.; 3) Belajar dengan alat peraga dapat ditingkatkan secara langsung dengan cara; 4) Memperkenalkan bahan dan menyebutkan tujuan yang akan dicapai.

 

Memahami penjelasan dari Tamsyk Udin (1999: 96) maka dapat disimpulkan bahwa media gambar memiliki fungsi sebagai berikut:

a.       Dapat meletakan dasar-dasar yang kongkrit untuk dapat berfikir sehingga dapat mengurangi terjadinya verbalisme;

b.      Memperbesar minat dan perhatian siswa;

c.       Meletakkan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan berlajar sehingga dapat membuat pelajaran yang mantap;

d.      Memberikan pengalaman yang nyata yang  dapat menumbuhkan  kegiatan  berusaha mencari sendiri;

e.       Menumbuhkan  pemikiran  yang teratur dan kontinou;

f.       Membantu tumbuhnya pemikiran dan membantu kemampuan berbahasa;

g.      Mempermudah perolehan pengalaman, membantu berkembangnya efisiensi yang lebih mendalam serta variaritas dalam belajar lebih lengkap.

Agar seorang dalam menggunakan media pendidikan dapat efektif, setiap guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pengajaran. Pengetahuan tersebut diantarannya:

a.       Media yang dijadikan sebagai alat komunikasi guna lebih mengefektifkan proses belajar mengajar

b.      Media berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan.

c.       Penggunaan media dalam proses belajar mengajar.

d.      Hubungan antara metode mengajar dengan media pendidikan.

e.       Nilai dan manfaat media media pendidikan.

f.       Memilih dan menggunakan media pendidikan.

g.      Mengetahui berbagai jenis alat dan teknik pendidikan.

h.      Mengetahui penggunaan media pendidikan dalam setiap mata pelajaran yang diajarkan.

i.        Melakukan usaha-usaha inovasi dalam media pendidikan.

Berdasarkan hal tersebut jelaslah bahwa media pendidikan sangat membantu dalam upaya mencapai keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. Oleh sebab itu guru harus mempunyai keterampilan dalam memilih dan menggunakan media pendidikan dan pengajaran. Di samping itu perlu dilakukan latihan-latihan prakterk yang kontinyu dan sistematis.

Pemanfaatan media gambar dikatakan efektif bergantung pada kemampuan guru dalam menegelola kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian komponen-komponen pemanfaatan alat peraga gambar adalah :

a)        Pendidik.

b)        Anak didik.

c)        Tujuan dari alat peraga gambar tersebut.

d)       Waktu yang disediakan.

e)        Isi atau pesan atau materi yang disampaikan.

Dalam pendidikan Matematika media gambar mempunyai nilai-nilai khusus yang besar sekali  peranannya dalam mencapai tujuan pengajaran. Nilai-nilai media gambar antara lain dikemukakan Tamsyk Udin (1999: 98) sebagai berikut :

(a) Gambar bersifat kongkrit; (b) Gambar dapat mengatasi ruang dan waktu; (c) Gambar dapat mengatasi keterbatasan pengamatan (kemampuan panca indera); (d) Gambar mudah didapat dan relatif murah; (e) Gambar dapat digunakan untuk memperluas suatu masalah; (f) Gambar mudah digunakan, baik untuk perorangan maupun kelompok’ (g) Gambar dapat meningkatkan motivasi belajar siswa; (h). Gambar dapat digunakan untuk merangkum suatu unit bacaan.

 

Gambar mempunyai kelemahannya di antaranya terbatas pada alat indera mata. Oleh karena itu, gambar harus jelas dan mudah dimengerti.

Gambar merupakan media peraga yang paling sederhana yang mampu menyampaikan pesan pelajaran. Ada yang beranggapan bahwa belajar berlangsung dari kongkrit ke yang abstrak, dan karenanya gambar mempunyai kegunaan optimal pada anak-anak. Sementara guru berpendapat bahwa penyajian visual umumnya lebih disukai dari pada penyajian verbal murni.  Ada juga guru menggunakan alat peraga gambar untuk merangkum apa yang telah diajarkannya.

Gropper dalam Ivor K. Davies (l993 : 159) mengemukakan, “Belajar  konsep  secara signifikan lebih besar dan cepat jika penyajian gambar mendahului penyajian verbal atau cetak.”  Penemuan ini  membuktikan  bahwa kekuatan bahan visual dalam proses belajar dan menekankan kembali kelebihan dari kata-kata terutama dalam tugas-tugas yang melibatkan belajar  konsep.

Dari konsep di atas diketahui bahwa siswa yang mempunyai kemampuan tinggi lebih besar kemampuannya untuk menggunakan media gambar, mengemukakan hal-hal yang abstrak, sedangkan siswa yang mempunyai kemampuan rendah membutuhkan keterangan dalam bentuk teks lain.

Dengan demikian, siswa yang mempunyai kemampuan rendah lebih suka dengan media gambar yang kongkrit, sedangkan yang berkemampuan tinggi suka dengan media gambar yang kongkrit maupun yang abstrak.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s