Pemanfaatan Museum sebagai Sumber Pembelajaran IPS

Pemanfaatan Museum sebagai Sumber Pembelajaran IPS

Pada proses pembelajaran pendidikan IPS, museum merupakan bagian yang tidak terpisahkan, karena museum sebagai institusi pendidikan, mengajarkan kita tentang objek perhatian dan nilai manusia masa lalu (Boyer, 1996). Selanjutnya Sunal dan Haas (1993 : 294) menegaskan, “a trip a museum or restoration is often reported as a positive memory of the study of History”. Apapun tipe pengalaman yang terdapat di museum, seorang siswa akan belajar lebih baik apabila diberi kesempatan untuk belajar sebelum dan setelah kunjungan ke museum.

Siswa diajak berkunjung ke museum, tujuannya adalah untuk mengamati objek yang dipamerkannya. Selama di museum, diharapkan pikiran mereka bekerja dan objek pameran yang diamatinya dapat menjadi alat belajar. Observasi siswa di museum merupakan batu loncatan bagi munculnya gagasan dan ide baru, karena di sini mereka dirangsang untuk menggunakan kemampuan berfikir kritisnya.

Beberapa kemampuan belajar siswa tersebut, menurut Takai dan Connor,1998) mencakup :

  • membandingkan dan membedakan, pengenal persamaan dan perbedaaan objek;
  • mengidentifikasi dan mengklasifikasi, mengenal dan mengelompokkan benda pada kelompok yang semestinya;
  • menyampaikan deskripsi secara verbal atau tulisan objek yang ditampilkannya;
  • meramalkan apa yang akan terjadi; dan
  • menyimpulkan, mempresentasikan kesimpulan informasi yang dikumpulkan dalam laporan singkat dan padat.

Untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai dalam kunjungan ke museum, diperlukan suatu kegiatan persiapan sebelum melakukan kunjungan. Jarolimek dan Parker (1993 : 126), menyatakan, bahwa pemanfaatan museum secara optimal dapat dilakukan oleh siswa setelah mereka diberi kesempatan membentuk penyesuaian materi yang diajarkan dengan materi yang dipamerkan. Maksudnya, kunjungan dilakukan setelah siswa melakukan eksplorasi ide dan konsep di ruang kelas melalui membaca, belajar, dan diskusi yang dilakukan sebelum memulai suatu kegiatan. Setelah mereka siap untuk mengklarifikasi ide, mereka mampu menjawab pertanyaan dan dapat memperkaya pengertian mereka setelah kunjungan ke museum. Ketika menugaskan siswa ke museum, sebelumnya guru akan mempersiapkan kelas melalui identifikasi beberapa pertanyaan relevan berkaitan dengan item yang akan diamati.

Iklan

2 pemikiran pada “Pemanfaatan Museum sebagai Sumber Pembelajaran IPS

  1. kl gurunya hanya bercerita saja ya muridnya akan cepat bosan…… guru harus kreatifi [menggunakan strategi pembelajaran yg cocok] dalam menyampaikan materi shngga siswa dapat minta dengan pelajara tersebut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s