PEMBELAJARAN MATEMATIKA

A. Pengertian Matematika

Metode mencari kebenaran dalam matematika berbeda dengan IPA maupun dengan ilmu pengetahuan pada umumnya. Metode mencari kebenaran dalam matematika adalah metode deduktif, sedangkan pada IPA adalah metode induktif yang umumnya diawali dengan eksperimen. Namun dalam mencari kebenaran matematika bisa dimulai dengan cara induktif, tetapi seterus-nya harus dapat dibuktikan secara deduktif.

Konsep-konsep matematika tersusun secara hierarkis, terstruktur, logis dan sistematis mulai dari konsep yang paling sederhana sampai pada konsep yang paling kompleks. Dalam matematika terdapat topik atau konsep prasya-rat sebagai dasar untuk memahami topik atau konsep selanjutnya.

Fungsi mata pelajaran matematika sebagai alat, pola pikir, dan ilmu atau pengetahuan. Ketiga fungsi matematika tersebut hendaknya dijadikan acuan dalam pembelajaran matematika di sekolah.

Menurut konstruktivis secara substantif, belajar matematika adalah pro-ses pemecahan masalah (Cobb, 1991). Dalam hal ini fokus utama belajar ma-tematika adalah memberdayakan siswa untuk berfikir mengkonstruk penge-tahuan matematika yang pernah ditemukan oleh ahli sebelumnya. Evaluasi dalam pembelajaran matematika secara konstruktivis terjadi sepanjang proses pembelajaran berlangsung (on going assesment)

Menurut NCTM (1990), data kemampuan siswa dalam matematika ha-rus memasukkan pengetahuan tentang konsep matematika, prosedur matema-tika, kemampuan problem solving, reasoning dan komunikasi. Sedangkan Nisbet (1985) menyatakan bahwa “tak ada cara tunggal yang tepat untuk be-lajar dan tak ada cara terbaik untuk mengajar. Namun demikian seorang guru dapat menerapkan salah satu pendekatan yang cocok dengan mempertimbangkan kondisi siswa.

B. Paradigma Konstruktivisme dalam Pembelajaran Matematika

Ada perbedaan yang sangat berarti antara pembelajaran matematika de-ngan paradigma konstruktivisme dan konvensional. Dalam paradigma konstruktivisme peranan guru bukan pemberi jawaban akhir atas pertanyaan siswa, melainkan memfasilitasi siswa untuk memperoleh struktur matematika melalui konstruksi pengetahuan. Sedangkan dalam paradigma konvensional, guru mendominasi pembelajaran dengan menjawab setiap pertanyaan siswa tanpa memberi kesempatan siswa untuk menyusun struktur pengetahuan ma-tematikanya.

Menurut Tim MKPBM Matematika UPI (2001), sebagai akibat dari pe-nerapan konstruktivisme dalam pembelajaran matematika, guru harus siap bernegosiasi dengan siswa bukan memberikan jawaban yang telah jadi. Negosiasi dalam hal ini dapat berupa pengajuan pertanyaan-pertanyaan kembali, atau mengungkapkan pernyataan yang menantang siswa untuk berpikir lebih lanjut sehingga struktur ilmu matematika yang diperoleh siswa akan semakin kuat. Penerapan paradigma konstruktivisme dalam pembelajaran matematika di antaranya dapat dilakukan dengan pendekatan pemecahan masalah dan pendekatan realistik.

Iklan

4 pemikiran pada “PEMBELAJARAN MATEMATIKA

    1. sebelum membuat RP pelajari dulu model pembelajaran problem solving, biasanya ada lngkah” menggunakan problem solving di kegiatan intinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s