Pendekatan Realistik dalam Matematika

Dengan menggunakan filosofi realistik, kepada siswa diberikan tugas-tugas konsep matematika yang berhubungan dengan kenyataan, sehingga da-pat memperluas wawasan siswa tentang kehidupannya. Hal ini sesuai dengan pendapat Freudenthal (1991) yang menyatakan bahwa “Mathematics is human activity”, karena itu pembelajaran matematika disarankan berangkat dari ak-tivitas manusia.

Terdapat lima prinsip utama dalam “kurikulum” matematika realistik:

  1. Pengajuan masalah-masalah dalam konteks nyata, baik sebagai sumber maupun sebagai terapan konsep matematika.
  2. Pelaksanaan pembelajaran memperhatikan pengembangan model-model, situasi, skema, dan simbol-simbol.
  3. Siswa dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran, sehingga siswa dapat membuat pembelajaran menjadi konstruktif dan produktif.
  4. Karakteristik dari proses pembelajaran matematika yang dilakukan bersifat interaktif, baik berupa hubungan antar siswa maupun hubungan siswa guru.
  5. Terbentuk jalinan konsep antar topik atau antar pokok bahasan dalam penyelesaian permasalahan yang nyata. Dalam falsafah realistik, dunia nyata digunakan sebagai titik pangkal dalam pengembangan konsep-konsep dan gagasan matematika.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s