Perangkap kehidupan yang menyebabkan stresssss…………

Sindrom merasa dibutuhkan : apabila anda menderita sindrom ini, buanglah jauh-jauh pemikiran tersebut. Tak seorang pun yang sangat dibutuhkan. Bayangkanlah seandainya ada seorang guru yang karan berbagai alasan, ia terpaksa tidak mengajar dalam jangka waktu yang lama. Dalam banyak kasus, kelas tetap berjalan dengan baik, walau pun tanpa kehadirannya.

Kecanduan kerja : guru sering mengalami kecanduan kerja, meraka bekerja sampai larut hingga akhirnya kelelahan. Ingatlah pepatah yang mengatakan “banyak bekerja, kurang bersantai” ingatlah bahwa semakin anda kelelahan, semakin berkurang kemampuan mengajar dengan baik, semakin besar kemungkinan untuk jatuh sakit.

Kecanduan sukses : budaya manusia cenderung megagumi oaring-oarang sukses, namun profesi guru jarang dipandang sebagai profesi yang dapat dikaguni dan dihargai. Ada kemungkinan, untuk mengatasi pandangan masyarakat tersebut, guru lalu merasa dipaksa untuk bekerja lebih cepat dan lebih keras secara terus menerus hingga akhirnya guru terjebak dalam stress. Alangkah baiknya bila kita selalu mengingatkan diri sendiri bahwa memanfaatkan waktu untuk hal-hal yang bermutu bersama siswa itu lebih penting daripada mondar-mandir ke sana kemari tapi tidak menghasilkan apa pun.

Mimpi buruk karena tugas rangkap : apabila anda terlalu banyak tugas, harus berpindah-pindah tempat dengan cepat, jarang mengerjakan pekerjaan hingga selesai, mungkin anda akan menderita karena terjebak ke dalam gejala-gejala pemicu stress. Inilah saatnya anda harus membuat pilihan. Penelitian membuktikan bahwa tugas-tugas yang diemban oleh orang yang bertugas rangkap jarang bisa diselesaikan dengan baik sebagaiman bila dikerjakan oleh seseorang yang fokus pada suatu pekerjaannya.

Kepribadian tipe-A : banyak guru memiliki kepribadian tipe A, yaitu terdorong untuk selalu bersaing, kurang sabar, dan sering kurang memiliki rasa urgensi. Mereka dapat menjadi terlalu tegas, bahkan agresif, terhadap orang lain yang mencampuri kesibukannya. Apabila anda menemukan hal ini dalam diri anda, sadarilah bahwa anda sedang terjebak oleh perangkap stress.

Rasa kurang mantap : Apakan ini cukup bermanfaat? Apakah saya cukup baik? Guru yang terus menerus menanyai dirinya sendiri, dan menganggap dirinya kurang berharga, mungkin ia sedang terserang gejala stress. Bila demikian, akan lebih baik baginya untuk memusatkan perhatian hanya pada “penyelesaian yang positif” agar ia dapat lepas dari keragu-raguan.

Superman kompleks : guru yang selalu dan terus menerus ditambahi beban tanggung jawabnya karena dipercaya mampu mengembannya, ia justru akan lebih mudah masuk ke dalam perangkap stress. Kenalilah keterbatasan diri anda sendiri; apabila anda tidak menyadarinya, dengarkanlah kata teman, sahabat, dan keluarga anda, yang biasanya cepat tanggap terhadap hal-hal semacam itu.

Sindrom “bukan salah saya” : guru yang secara terus-menerus memandang siswa yang hasil belajarnya di bawah standar yang diharapkan sebagai “bukan salah mereka”, berarti ia sedang memainkan “permainan menyalahkan” yang bisa menjurus pada rasa bersalah dan menyebabkab stress. Perlu diingat bahwa apabila ada seorang siswa yang gagal, berarti sang guru lebih gagal lagi.

Sindrom “kasihan saya” : “pekerjaan saya menumpuk”. “gaji saya tidak cukup untuk membayar stress saya.” Guru yang secara terus-menerus mengeluhkan pekerjaan mereka dan merasa kasihan terhadap dirinya sendiri akan mudah terjebak dalam stress. Kalau pekerjaan ini bukan untuk anda, ada baiknya apabila anda mulai mempertimbangkan berganti profesi atau pekerjaan.

Kecanduan menjadi penemu : guru yang percaya bahwa hanya materi pelajaran yang mereka siapkan yang paling baik untuk para siswa cenderung akan selalu membuat lembar kerja, tugas-tugas, kegiatan-kegiatan, serta satuan-satuan pelajaran yang baru. Kondisi semacam ini akan menjebak mereka kedalam stress. Sebab, dengan tersedianya sumber-sumber bahan yang cukup bagus, tidak perlu setiap kali membuat materi kegiatan yang baru.

Apakan anda termasuk di dalamnya?

Sumber : Kathy Paterson

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s