Mengenal Si Kuman

kumPenyakit yang disebabkan oleh virus akan sembuh dengan sendirinya. Sementara penyakit akibat serangan bakteri membutuhkan pengobatan antibiotik. Sebenarnya apa itu virus dan apa itu bakteri. Berikut penjelasan dr. Mulya Rahma Karyanti, Sp.A., dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta mengenai jenis-jenis kuman, jasad renik dan makhluk hidup-makhluk hidup “mungil” lainnya.

KUMAN
Kuman merupakan istilah umum untuk menggambarkan makhluk hidup yang sangat kecil/halus yang sulit dilihat mata kecuali dengan alat bantu seperti mikroskop. Kuman terdiri atas bermacam-macam makhluk hidup, seperti virus, bakteri, jamur, dan sebagainya.

Umumnya, kuman dapat menimbulkan penyakit pada tubuh manusia. Tetapi ada juga kuman yang tidak menyebabkan penyakit. Masuknya kuman ke dalam tubuh akan direspons oleh kekebalan tubuh karena dianggap sebagai makhluk asing. Perlawanan tubuh terhadap kuman inilah yang akan membuat tubuh mengalami demam.

BAKTERI
Adalah suatu jasad renik/ makhluk mikrokopis yang terdiri atas satu sel namun mempunyai organ-organ sel, seperti gel (ekor), inti sel, selaput dinding sel, materi genetik (DNA), darah, dan sebagainya.

Karena ukurannya yang kecil sekali, bakteri hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop. Bakteri yang memiliki bermacam bentuk ini; bulat, lonjong, oval dan spiral tersebar di mana-mana, baik di tanah, air dan bisa merupakan simbiosis dari mahluk lain. Bakteri ada yang merugikan manusia dan ada yang mendatangkan manfaat.

Bakteri yang menimbulkan penyakit (merugikan manusia) dikatakan bersifat patogen. Contoh bakteri Salmonela typhi (yang menjadi penyebab demam typhoid) atau clostridium tetani (yang dapat menyebabkan penyakit tetanus). Sementara contoh bakteri yang berguna adalah bakteri Escherichia coli.

Bakteri yang hidup di dalam usus besar manusia ini berfungsi untuk membusukkan ampas dari sisa-sisa makanan. Bila dilihat dari pewarnaan, bakteri dikelompokkan menjadi dua, yaitu bakteri gram positif dan bakten gram negatif.

Bakteri gram positif tidak terlalu berbahaya ketimbang bakteri gram negatif yang mempunyai dinding sel kompleks dan tebal serta cukup ganas, dan terkadang sulit ditembus antibiotik. Bakteri yang disebut terakhir ini banyak ditemui pada infeksi saluran kemih dan saluran cerna.

Bakteri berkembang biak dengan membelah diri dan membentuk spora, yaitu memutuskan organ `kepala’ selnya untuk kemudian menduplikasi/mencetak kembali anak-anaknya. Bakteri yang berbahaya jika dibiarkan dalam tubuh akan terus berkembang biak dan memperburuk penyakit. Bakteri bisa “dibunuh”dengan antimikroba atau antibiodk.

VIRUS
Makhluk hidup ini tidak bisa digolongkan sebagai tumbuhan maupun hewan. Karena itu virus diistilahkan sebagai organisme hidup/zarah kecil. Ukuran virus yang sangat kecil (bahkan lebih kecil ketimbang bakteri) tidak bisa dilihat secara kasat mata maupun dengan mikroskop biasa, melainkan menggunakan mikroskop elektron.

Zarah kecil yang umumnya masuk kedalam tubuh lewat udara ini tidak dapat berkembang biak sendiri melaknkan dengan menawan sel-sel lain. Dengan kata lain, virus hanya bisa hidup jika menempel di sel hidup/pejamu/host seperti pada sel manusia, hewan, dan tumbuhan.

Jadi, ketika masuk ke dalam tubuh, virus menempel pada sel hidup manusia lalu melakukan penetrasi ke dalamnya, kemudian melakukan sintesis dan bergabung dengan sel tubuh. Setelah itu dia melepas inti selnya kembali dan mencetak anak-anaknva kembali. Bahkan bisa menghasilkan virus-virus jenis baru, seperti halnya HIV.

Beberapa contoh penyakit yang disebabkan virus antara lain: campak, hepatitis, demam berdarah, polio, dan sebagainya. Karena penyakit yang disebabkan virus bersifat self limiting decease (bisa sembuh dengan sendirinya) maka tak diperlukan penggunaan andbiotik dalam pengobatannya.

Pada kasus demam berdarah, katakanlah, penderita hanya membutuhkan banyak cairan agar tidak terjadi kebocoran pada pembuluh darahnya. Penyakit yang disebabkan virus umumnya menimbulkan demam tinggi hingga 40 derajat Celcius namun berlangsung tak lebih dari seminggu.

Tindakan medis yang dibutuhkan biasanya berupa terapi suportif. Seperti saat anak terserang demam akibat virus berikan ia banyak minum, makanan yang bernutrisi, dan bila perlu beri obat penurun demam. Setelah 5-6 hari umumnya membaik.

PARASIT
Yaitu organisme atau makhluk hidup yang hidupnya bergantung pada suatu tempat (inang). Parasit sering mengambil makanan dari tempat ia tumbuh yang sifatnya merugikan bahkan bisa mematikan inangnya. Salah satu contoh parasit yaitu hewan cacing. Jenis lain ada juga yang tidak tampak terlihat dan baru dapat dilihat di bawah mikroskop, seperti parasit penyebab penyakit malaria.

PROTOZOA
Jasad renik yang hanya dapat dilihat melalui miksroskop ini merupakan hewan bersel tunggal (hanya terdiri atas satu sel). Ada beberapa protozoa yang dapat menimbulkan penyakit, antara lain amoeba sebagai penyebab penyakit disentri.

Biasanya dokter mengetahw suatu penyakit disebabkan oleh protozoa setelah mengonfirmasikannya dengan gejala penyakit, juga dengan melakukan pemeriksaan penunjang lainnya. Tindakan medis untuk penyakit ini adalah dengan pemberian obat-obatan andmikroba /andbiotik oleh dokter.

JAMUR
Tentu saja yang dimaksud dengan jamur penyebab penyakit ini bukan jamur yang pada umumnya biasa kita makan. Makhluk hidup ini tidak bisa dikelompokkan sebagai tumbuhan maupun hewan. Jamur mencerna makanannya di luar tubuh dan berkembang biak dengan membentuk spora-spora. Spora-spora ini yang kemudian membelah diri dan menduplikasi diri.

Jika dilihat di bawah mikroskop bentuk jamur akan tampak “cantik” seperti berserat, bulat-bulat, bunga-bunga, dan sebagainya.
Timbulnya jamur umumnya dikarenakan beberapa sebab. Misal kondisi tubuh yang lembap sehingga muncul infeksi jamur pada kulit. Penggunaan andbiotik dalam jangka waktu lama juga bisa menyebabkan infeksi jamur di saluran cerna, dan pada organ tubuh lainnya.

Pengobatan tergantung pada setiap kasus penyakitnya biasanya dengan obat-obatan anti jamur. Bagi awam sulit mendeteksi suatu penyakit disebabkan jamur atau bukan, kecuali pada daerah-daerah yang tampak, seperti pada kulit atau lidah. Untuk infeksi di tempat lain akan diperlukan pemeriksaan penunjang.

2 pemikiran pada “Mengenal Si Kuman

  1. makasih atas infonya ya. jad kita dpat refrensi yang baik dan logis. lok boleh saya minta contoh studi kasus contoh penyakit pada hewan yang disebabkan oleh infeksi jamur. boleh ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s