PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS


  1. A. JUDUL PENELITIAN

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPA MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL (CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL)) PADA SISWA KELAS II SDN************

  1. B. PENDAHULUAN

Ilmu pengetahuan Alam (IPA) merupakan mata pelajaran yang berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangannya lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Proses pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan dengan cara pemberian pengalaman belajar secara langsung. Dalam hal ini siswa diarahkan untuk belajar secara inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar.

Pada dasarnya mata pelajaran IPA dianggap sebagai mata pelajaran yang mudah, karena konsep-konsep materi ajarnya berhubungan dengan alam sekitar. Oleh karena itu, pembelajarannya juga melibatkan lingkungan yang ada di sekitar baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan konsep pembelajaran yang alamiah, secara tidak langsung dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, karena siswa cepat menguasai konsep-konsep pada hampir semua materi ajar, seperti yang terjadi pada siswa kelas II SDN *********. Siswa dapat belajar IPA dengan mengambil contoh-contoh sesuai dengan kehidupan sehari-hari siswa. Oleh karena itu, sebagian besar siswa kelas II dapat dikatakan berhasil menguasai konsep-konsep dalam mata pelajaran IPA pada semester I ini, karena nilai rata-rata 7,0 dapat diperoleh oleh hampir semua siswa pada setiap materi yang diajarkan. Akan tetapi dengan seringnya siswa memperoleh hasil yang dapat dikatakan sempurna, dapat membuat siswa meremehkan mata pelajaran IPA. Mereka menganggap mudah dan menjadi bermalas-malasan dan kurang antusias (bersemangat) ketika pembelajaran IPA, karena sebagian besar siswa menganggap bahwa dirinya sudah bisa dan tidak perlu lagi belajar IPA. Dengan kondisi tersebut dan jika dibiarkan terlalu lama dikhawatirkan prestasi belajar siswa menurun.

Dengan permasalahan yang terjadi, maka guru harus memberikan motivasi-motivasi sehingga membangkitkan dan meningkatkan kembali minat siswa pada mata pelajaran IPA. Dalam hal ini guru harus mencari dan menggunakan pendekatan dalam pembelajaran yang efektif, inovatif, dan menyenangkan sehingga siswa tetap tertarik dalam pembelajaran IPA. Sesuai dengan mata pelajaran IPA yang bersifat alami, maka guru dapat menggunakan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching Learning (CTL)).

Pendekatan kontekstual (Contextual Teaching Learning (CTL)) merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran dengan konsep pembelajaran disesuaikan dengan kondisi siswa. Dalam pembelajaran ini, siswa mengalami sendiri, sedangkan guru hanya sebagai fasilitator dan motivator. Dengan pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa kelas II SDN *********** pada mata pelajaran IPA.

  1. C. RUMUSAN DAN RENCANA PEMECAHAN MASALAH
    1. 1. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah pokok dalam penelitian ini adalah :

  1. Apakah pendekatan kontekstual (Contextual Teaching Learning (CTL)) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas II SDN ********** dalam mata pelajaran IPA?
  2. Apakah pendekatan kontekstual (Contextual Teaching Learning (CTL)) dapat meningkatkan aktivitas dan kreativitas siswa kelas II SDN ********** pada mata pelajaran IPA?

  1. 2. Rencana Pemecahan Masalah

Masalah rendahnya minat siswa pada mata pelajaran IPA dapat diminimalisir dengan menggunakan suatu pendekatan yang inovatif  dalam pembelajaran. Dalam hal ini dapat menggunakan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching Learning (CTL)). Dengan pendekatan tersebut dapat membangkitkan dan meningkat motivasi, minat, dan sikap siswa dalam mata pelajaran IPA.

Penerapan pendekatan kontekstual  (Contextual Teaching Learning (CTL)) dalam kelas cukup mudah. Secara garis besar, langkahnya adalah sebagai berikut :

  1. Konstriktivisme (Constructivisme)

Mengembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya.

  1. 2. Menemukan (Inquiry)

Guru harus merancang kegiatan pembelajaran yang merajuk pada kegiatan menemukan apapun materi yang diajarkannya.

  1. Bertanya (Questioning)

Mengembangkan sifat ingin tahu siswa dengan kegiatan bertanya.

  1. 4. Masyarakat Belajar (Learning Community)

Menciptakan masyarakat belajar dengan pembentukan kelompok-kelompok belajar yang anggotanya heterogen.

  1. Pemodelan (Modeling)

Guru menghadirkan model sebagai contoh atau media dalam pembelajaran.

  1. 6. Refleksi (Reflection)

Refleksi dilakukan pada akhr pertemuan, misalnya dengan mencatat hal-hal yang telah dipelajari diskusi, maupun hasil karya.

  1. 7. Autentik Asesmen (Authentic Assessment)

Melakukan authentic assessment (penilaian sebenarnya) dengan berbagai cara, baik dalam proses maupun hasil sebagai tolok ukur keberhasilan pembelajaran.

Dari langkah-langkah di atas diharapkan siswa dapat termotivasi dan semakin berminat bahkan menyukai mata pelajaran IPA karena dalam pembelajarannya penuh dengan variasi.

  1. D. TUJUAN

Penelitian ini bertujuan untuk :

  1. Mengungkap pendekatan yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas II SDN **********pada mata pelajaran IPA.
  2. Mengungkap suatu pendekatan yang dapat meningkatkan aktivitas dan kreativitas siswa kelas II SDN ********** pada mata pelajaran IPA.

  1. E. MANFAAT
    1. Bagi Siswa

Penelitan ini diharapkan dapat memberikan pengalamn bagi siswa dalam pembelajaran dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA, sehingga terbentuk lingkungan belajar yang lebih hidup dan bermakna.

  1. Bagi Guru

Penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi guru, yakni dapat memberikan pengalaman dan wawasan bagi guru bahwa dalam pembelajaran, khususnya bagi siswa kelas rendah membutuhkan pendekatan pembelajaran yang dapat memberikan rasa nyaman dan rasa senang pada siswa, sehingga dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa pada pembelajaran IPA.

  1. F. KAJIAN PUSTAKA
    1. 1. Kajian Teori

IPA merupakan mata pelajaran yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kehidupan manusia melalui pemecahan-pemecahan masalah yang dapat diidentifikasi (BNSP, 2006). Oleh karena itu pembelajaran IPA menggunakan konsep pembelajaran yang alamiah.

Dalam pembelajaran IPA diperlukan motivasi, rangsangan dan dorongan yang dapat membangkitkan gairah dan minat siswa terhadap mata pelajaran tersebut. Hal-hal yang dapat memotivasi siswa dalam belajar antara lain :

  1. Anak yakin bahwa apa yang dipelajari akan bermanfaat bagi dirinya.
  2. Situasi belajar yang menyenangkan

Menurut M. Sobry Sutikno, motivasi berpangkal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Mc. Donald, motivasi adalah perubahan energi dalam diri sesesorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.

Nasution (1992) mengungkapkan pengertian motivasi belajar, yaitu kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk belajar. Sedangkan Nurhayati (1999, dalam Maulana, 2002) berpendapat bahwa motivasi belajar adalah suatu dorongan atau usaha untuk menciptakan situasi, kondisi, dan aktivitas belajar, karena didorong adanya kebutuhan untuk mencapai tujuan belajar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah dorongan dalam diri individu untuk mencapai tujuan tertentu.otivasi ada dua, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsisk. Motivasi intrinsik, adalah motivasi yang timbul dari dalam diri individu tanpa ada paksaan dari orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri. Motivasi ekstrinsik, adalah jenis motivasi yang tmbul sebagai akibat pengaruh dari luar diri individu atau motivasi yang timbul karena pengaruh dari lingkungan.

Motivasi sangat menentukan hasil belajar siswa, oleh karena untuk membangkitkan kembali minat siswa terhadap mata pelajaran IPA, maka seorang guru harus terlebih dahulu membangkitkan motivasi belajar siswa. Guru harus menumbuhkan kembali semangat siswa dalam belam belajar dan meminimalisir kejenuhan siswa terhadap mata pelajaran IPA.

Dalam meningkatkan motivasi belajar anak dengan memakai pendekatan pembelajaran yang inovatif dengan sarana dan prasarana belajar yang kondusif. Dalam hal ini guru dapat menyelipkan tantangan dalam pembelajaran, sehingga siswa dapat tertantang dan mengurangi kebosanan siswa pada mata pelajaran tersebut.

Peningkatan motivasi belajar menggairahkan siswa dalam belajar dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan pembelajaran yang efektif dan inovatif. Dalam hal ini, guru dapat menggunakan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching Learning (CTL)).

Pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching Learning (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat (Depdiknas, 2002).

Menurut Dr. Zolazlan Hamidi (2001), kaidah pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching Learning (CTL) adalah proses pembelajaran yang merangkumkan contoh yang diterbitkan daripada pengalaman harian dalam kehidupan pribadi masyarakat serta profesion dan menyajikan aplikasi hands-on yang konkrit (nyata) tentang bahan yang akan dipelajari.

Pendekatan kontekstual memilki tujuh komponen, antara lain :

  1. 1. Konstriktivisme (Constructivisme)

Mengembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya.

  1. 2. Menemukan (Inquiry)

Guru harus merancang kegiatan pembelajaran yang merajuk pada kegiatan menemukan apapun materi yang diajarkannya.

  1. 3. Bertanya (Questioning)

Mengembangkan sifat ingin tahu siswa dengan kegiatan bertanya.

  1. 4. Masyarakat Belajar (Learning Community)

Menciptakan masyarakat belajar dengan pembentukan kelompok-kelompok belajar yang anggotanya heterogen.

  1. 5. Pemodelan (Modeling)

Guru menghadirkan model sebagai contoh atau media dalam pembelajaran.

  1. 6. Refleksi (Reflection)

Refleksi dilakukan pada akhr pertemuan, misalnya dengan mencatat hal-hal yang telah dipelajari diskusi, maupun hasil karya.

  1. Autentik Asesmen (Authentic Assessment)

Melakukan authentic assessment (penilaian sebenarnya) dengan berbagai cara, baik dalam proses maupun hasil sebagai tolok ukur keberhasilan pembelajaran.

Pembelajaran dengan pendekatan kontekstual bertujuan untuk membekali siswa dengan pengetahuan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari suatu persalahan ke permasalahan lain, dari suau konteks ke konteks lain (Suara Merdeka, 16 Februari 2004).

Pendekaan kontekstual sangat cocok digunakan dalam mata pelajaran IPA karena dalam hal ini kaidah kontekstual lebih bertumpu pada usaha guru sebagai pembimbing (fasilitator) yayng membimbing siswa ke arah pembentukan daya pikir siswa melalui kegiatan-kegiatan pembelajaran yang bersifat alamiah yang bersumber dari pengalaman siswa. Dengan pengalaman siswa yang tumbuh dari lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar merupakan material yang sangat berharga, dan dapat dikembangkan dalam pembelajaran. Dengan kegiatan pendekatan kontekstual tersebut, diharapkan dapat mengurangi rasa jenuh siswa terhadadap mata pelajaran IPA. Dengan kurangnya atau bahkan hilangnya rasa jenuh siswa terhadap mata pelajaran IPA, maka dapat membangkitkan kembali minat siswa terhadap pembelajaran IPA.

  1. Hipotesis Tindakan

Dengan pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching Learning (CTL), diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas II SDN ********** pada mata pelajaran IPA.

  1. G. METODE PENELITIAN
    1. 1. Rancangan Penelitian

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (classromm-based action research) dengan peningkatan pada unsure desain untuk memungkinkan diperolehnya gambara kefektifan tindakan yang dilakukan.

  1. Perencanaan Awal

Guru (peneliti) merencanakan kegiatan penelitian tindakan kelas dengan menentukan kegiatan serta pendekatan yang akan dilaksanakan. Pada perencanaan awal ini, guru mengidentifikasi masalah yang terjadi di kelas serta menentukan suatu penyelesaiannya dengan menggunakan metode pembelajaran, model pembelajaran, maupun pendekatan pembelajaran tertentu.

  1. Perencanaan Tindakan

Guru (peneliti) membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebaai pedoman dan acuan dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas. Guru (peneliti) membuat jadwal perencanaan tindakan kelas, dan mempersiapkan ala peraga atau media yang diperlukan dalam penelitian.

  1. Pelaksanaan Tindakan

Penelitian tindakan kelas dilaksanakan  sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Penelitian dilaksanakan oleh guru kelas dan dapat bekerja sama dengan guru ain yang tebentuk dalam satu tim agar hasilnya lebih maksimal.

  1. Observasi

Observasi merupakan kediatan pengamatan/penagmbilan data untuk mengetahui seberapa jauh efek tindakan. Observasi dapat dilakukan dengan menggunakan lembar observasi.

  1. Refleksi

Guru (peneliti) mengadakan refleksi untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa terhadap penelitian yang telah dilaksanakan sebagai pedoman atau auan dalam pelaksanaan siklus berikutnya.

  1. 2. Perencanaan Tahap Penelitian
    1. Perencanaan Siklus I

Perencanaan          :  Peneliti membuat RPP dan menyiapkan alat peraga atau media yang diperlukan. Pada siklus ini, dalam meningkatkan  motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA, misalnya dalam materi benda dan kegunaannya. Dalam hal ini peneliti menggunakan konsep pembelajaran di luar kelas.

Pelaksanaan           : Siswa diajak belajar di luar kelas untuk mengurangi kejenuhan siswa setelah lama belajar di dalam kelas. Pada awal pembelajaran guru mengajak siswa untuk bernyanyi bersama guna membangkitkan semangat siswa dalam mengikuti pelajaran. Siswa mengamati benda-benda yang ada di lingkungan sekolah. Siswa menuliskan ciri-ciri benda tersebut dan kegunaannya. Siswa melaporkan hasil tulisannya secara lisan. Siswa lain diajak untuk berpendapat. Setelah itu siswa diminta untuk membuat puisi tentang benda yang telah diamati. Siswa membacakan puisinya di depan kelas. Pada akhir pembelajaran, siswa memajangkan hasil karyanya ditempat yang telah disediakan. Guru meminta siswa untuk menyeleksi puisi yang telah dibuat untuk menentukan tiga yang terbaik.

Observasi              : Observasi dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang berupa check list untuk mengetahui keaktifan dan antusiasme siswa pada saat pembelajaran.

Refleksi                 : Guru membuat analisis data untu mengetahui tingkat keberhasilan tindakan pada siklus I sebagai acuan untuk pelaksanaan pada siklus berikutnya.

  1. Perencanaan Siklus II

Perencanaan          : Guru membuat RPP dan mempersiapkan alat peraga ataupun media sebagai penunjang pelaksanaan siklus II. Pada siklus ini, pembelajaran di dalam kelas dengan konsep masyarakat belajar (learning community).

Pelaksanaan           : Guru mengkondisikan siswa untuk duduk secara berkelompok. Pada awal pembelajaran guru meminta siswa untuk menunjukkan yel-yel yang telah dibuat oleh masing-masing kelompok. Agar aktivitas siswa lebih meningkat, guru mengajak siswa untuk berdiskusi. Guru menyediakan gambar benda-benda yang sering siswa lihat dan berada di tempat umum, misalnya sekolah, terminal, pasar, dsb. Siswa mengambil undian yang berisi gambar benda- benda di suatu tempat. Siswa menuliskan nama benda, ciri-ciri benda yang diamati dan kegunaannya. Masing-masing kelompok melaporkan hasil tulisannya dengan membacakannya. Siswa lain diminta untuk berkomentar, jika mempunyai pendapat. Pembelajaran diakhiri dengan benyuarakan kembali yel-yel tiap kelompok.

Observasi              : Observasi dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang berupa check list untuk mengetahui keaktifan dan kekompakan siswa dalam kelompok, serta antusiasme siswa pada saat pembelajaran.

Refleksi                 : Guru membuat analisis data untuk mengetahui tingkat keberhasilan tindakan. Jika hasilnya memenuhi target, maka penelitian tindakan akan dihentikan, dan jika kurang berhasil maka penelitian tindakan akan dilanjutkan pada siklus berikutnya.

  1. 3. Tempat Penelitian

Penelitian dilaksanakan di SDN ********.

  1. 4. Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah siswa kelas II SDN ************, berjumlah 20 siswa untuk semester 1 tahun ajaran 2007/2008.

  1. 5. Data dan Sumber Data

Jenis data dapat bersifat kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dapat berupa peningkatan hasil belajar siswa setelah dilakukan penelitian tindakan. Data kuantitatif menerangkan minat siswa dalam belajar, suasana kelas, dan aktivitas siswa.

Sumber data dapat diperoleh dari guru, siswa, dan dokumen.

  1. 6. Teknik Pengumpulan Data

Data dapat diperoleh dari lembar observasi yang berupa check list dan skala penilaian.

  1. 7. Teknik Analisis Data

Analisis data dapat dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif.

  1. 8. Indikator Keberhasilan

Indikator keberhasilan tercapai jika siswa memperoleh nilai > 7 untuk aktivitas siswa.

3 pemikiran pada “PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s