Contoh proposal PKP

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Era globalisasi mendorong masyarakat selalu berkembang selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin pesat. Perkembangan tersebut menghasilkan inovasi di berbagai bidang. Dengan pesatnya inovasi di bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Mendorong juga peningkatan kualitas pendidikan.

Peningkatan kualitas pendidikan pada saat ini menjadi titik perhatian. Oleh sebab itu inovasi pendidikan selalu di usahakan untuk melakukan perubahan dalam proses pembelajaran, meningkatkan fasilitas belajar mengajar serta peningkatan profesional para pendidik.

Dalam menghadapi tantangan dalam peningkatan pendidikan tersebut. Pada jenjang pendidikan sekolah dasar harus selalu mengadakan perubahan pola pembelajaran sehingga siswa tidak merasa jenuh. Guru disini memiliki peran yang sangat penting dalam pembaharuan pendidikan. Guru mempunyai tanggung jawab sebagai perencana, pelaksana, dan penilai. Disamping itu guru juga menjadi suritauladan bagi anak didik, seperti pendapat Abin Syamsudin (1997:8) menegaskan bahwa seorang pendidik selain menjadi konservator dan transmitor, juga menjadi transformator sistem nilai melalui penjelmaan sistem nilai pribadi dan perilakunya.

Pendidikan harus dapat memberi rasa nyaman bagi para siswa, agar proses kegitan belajar mengajar menjadi kondusif. Disinilah akan tercipta pendidikan yang berkualitas.

Dalam proses pembelajaran IPS yang penulis lakukan, siswa cenderung pasif, diam dan tidak mempunyai inisiatif. Berdasarkan  pengamatan, 4,25 % siswa berani tunjuk jari menjawab pertanyaan dari guru, dan berani mengemukakan pendapat  2,5 %. Hal ini berpengaruh dengan hasil ulangan harian menunjukkan hasil rata-rata nilai 6,25.

Berdasarkan pengamatan tersebut itu disebabkan karena pembelajaran masih bersifat tekstual dan menempatkan guru sebagai Centre dalam pembelajaran. Disamping itu pengembangan Perfomance siswa kurang karena pembalajaran didominasi guru.

Berkaitan dengan latar belakang tersebut diatas, penulis mencoba melakukan perubahan proses pembelajaran melalui pendekatan Think Pair and Share. Laporan ini penulis beri judul, ”Dengan pendekatan Think Pair and Share untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS ) tentang Globalisasi.”

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut :

  1. Apakah KBM dengan pendekatan Think Pair and Share dapat meningkatkan prestasi siswa ?
  2. Apakah dengan pendekatan Think Pair and Share dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai materi pelajaran IPS tentang Globalisasi ?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian tindakan kelas adalah untuk mengetahui sejauh mana kekuatan dan kelemahan dalam proses pemebelajaran, sehingga dapat melakukan langkah-langkah perbaikan dan diharapkan :

1. Kreatifitas siswa tercapai.

2. Pemahaman siswa tentang bahan ajar IPS mengenai globalisasi berhasil dengan kisaran nilai 85%.

F. Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diambil dari hasil penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikaut :

1. Bagi siswa

Dapat meningkatkan kreatifitas dalam berpikir sehingga diharapkan dapat memberikan sumbangan pemahaman dalam belajar materi pelajaran IPS, Sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

2. Bagi Guru

  1. Meningkatkan motivasi guru untuk selalu menemukan dan menggali model pembelajaran yang lebih efektif dan efesien.
  2. Meningkatkan kemampuan guru untuk menciptakan pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang menarik siswa dan dapat meningkatkan profesionalismenya.

3. Bagi Sekolah

Dapat meningkatkan kompetensi sekolah untuk lebih maju dan berprestasi, sehingga menjadi sekolah yang didambakan masyarakat.

BAB  II

KAJIAN  PUSTAKA

  1. A. Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) dalam pembelajaran.

Dalam proses kegiatan belajar mengajar di suatu sekolah seorang guru tidak harus terpancang pada satu model pembelajaran saja. Guru sebaiknya juga menggunakan model yang bervariasi agar jalannya proses pembelajaran tidak membuat siswa menjadi bosan, melainkan menjadi menarik perhatian para siswa. Menurut Kresmen (1992) dalam Kurikulum 2004 (2003:2) suatu model pembelejaran terdapat ciri – ciri sebagai berikut :

  1. Adanya penjelasan teoristik, ilmiah dan penemuan.
  2. Adanya tujuan yang akan dicapai.
  3. Adanya tingkah laku guru dan siswa yang khusus.
  4. Dalam model pembelajaran di perlukan suatu kondisi yang khusus.

Oleh karena itu, seorang guru harus kompeten dalam menulis suatu model pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran. Pembelajaran kooperatif atau cooperative sering mengacu pada pengajaran dimana siswa bekerja bersama dalam kelompok kecil yang saling membantu dalam belajar.

Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu teknik intruksional yang diteliti secara cermat di Amerika Serikat yang banyak membawa keberhasilan. Ada banyak model, teori dan sumber dengan perspektif yang bermacam-macam dalam pembelajaran kooperatif. Buku- buku yang membahas masalah tersebut adalah Circle of Learning Together and None karya David dan Roger. Ditambah cooperative in the classroom, kemudian Spencer Kagan dalam bukunya Cooperative learning : Recowces for Teacher.

Menurut Johnson bersaudara komponen penting dari model Cooperatif Learning meliputi beberapa hal sebagai berikut :

  1. Pertanggungjawaban Individual

Keberhasilan kelompok didasarkan pada kemampuan setiap anggota untuk menunjukkan bahwa dia telah belajar materi-materi yang sangat dibutuhkan. Pencapaian siswa terlihat meningkat ketika diketahui keberhasilan kelompok yang didasarkan pada nilai kuis anggota kelompok yang digabungkan.

  1. Ketergantungan Positif

Keberhasilan kelompok didasarkan atas kemampuan kelompok itu dalam bekerja sama untuk meraih hasil yang diinginkan, misalnya pengakuan tingkatan penghargaan dalam ketenaran.

Ketika siswa mulai mempelajari ketrampilan-ketrampilan kooperatif, kelompok itu haruslah kelompok kecil yang terdiri dari 2 atau 4 anak. Menurut Slavin (dalam  Amin Suyitno), sejalan dengan perkembangan ketrampilan social, siswa diharapkan mulai mampu bekerja sama dalm kelompok yang lebih besar. Penting juga untuk melihat lamanya waktu kelompok itu dalam bekerja sama. Pertemuan kelompok yang teratur dalam jangka waktu tertentu akan dapat meningkatkan kesuksesan dari pada kelompok yang hanya sesekali saja bekerja sama.

Aktivitas pembelajaran kooperatif dapat memerankan banyak peran dalam pelajaran. Dalam skenario yang lain, kelompok kooperatif dapat juga digunakan untuk memecahkan sebuah masalah kompleks.

B. Langkah-Langkah Pembelajaran Think Pair and Share

Pembelajaran kontekstual merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya yang mengaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan sehari-hari (Konteks pribadi, sosial, kultural), sehingga siswa memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditranfer) dari satu permasalahan / konteks kepermasalahan / konteks lainnya.

Salah satu pembelajaran kontekstual adalah Think Pair and Share. Adapun langkah langkah pembelajaran Think Pair and Share adalah :

  1. Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Siswa diminta untuk berfikir tentang materi / permasalahan yang disampaikan guru
  3. Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (dalam kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing
  4. Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya
  5. Berawal dari kegiatan tersebut mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diungkapkan para siswa
  6. Guru memberi kesimpulan
  7. Penutup

C. PAIKEM Menentukan Proses dan Hasil Belajar

Prinsip belajar merupakan ketentuan/hukum yang harus dijadikan pegangan didalam pelaksanaan pembelajaran. Sebagai suatu hukum prinsip belajar akan sangat menentukan proses dan hasil belajar.  Prinsip belajar tersebut antara lain motivasi,perhatian,aktifitas,unpan balik dan perbedaan individu.

  1. Motivasi

Motivasi berfungsi sebagai motor penggerak aktivitas. Bila motornya tidak ada maka aktifitas tidak akan terjadi. Motornya lemah akhirnya yang terjadipun lemah pula.

Motivasi belajar berkaitan erat dengan tujuan yang hendak dicapai oleh individu yang sedang belajar itu sendiri. Bila orang yang sedang belajar menyadari bahwa tujuan yang hendak dicapai berguna atau bermanfaat baginya, maka motivasi belajar akan muncul dengan kuat. Motivasi belajar seperti itu disebut motivasi belajar intrinsik atau motivasi internal. Jadi munculnya motivasi intrinsik dalam belajar, karena siswa ingin menguasai kemampuan yang terkandung dalam pembelajaran.

  1. Perhatian

Perhatian adalah pemusatan energi psikis (fikiran dan perasaan) terhadap suatu obyek.  Makin terpusat perhatian pada pelajaran, proses belajar makin baik, dan hasilnya akan baik pula. Oleh karena itu, guru harus berusaha supaya perhatian siswa terpusat dalam pelajaran. Memunculkan perhatian seseorang pada suatu obyek dapat diakibatkan oleh dua hal. Pertama, Orang itu merasa bahwa obyek itu punya kaitan dengan dirinya; umpamanya kebutuhan, cita-cita, pengalaman bakat, minat. Kedua, Obyek itu sendiri dipandang memiliki sesuatu lain dari yang lain, atau yang lain dari yang sudah biasa , lain dari pada yang umumnya muncul.

  1. Aktivitas

Belajar merupakan aktivitas yaitu aktivitas mental dan emosional. Oleh karena itu guru jangan sampai menjadikan siswa tidak ikut aktif belajar. Lebih jauh dari  sekedar mengaktifkan siswa, guru harus berusaha meningkatkan kadar aktifitas belajar tersebut.

c.Umpan balik

Guru perlu memberikan umpan balik kepada siswa dengan segera, supaya tidak terlanjur berbuat kesalahan ynag dapat menimbulkan kegagalan belajar.

  1. Perbedaan individual

Belajar tidak dapat diwakilkan orang lain. Tidak belajar berarti tidak memperoleh kemampuan. Belajar dalam arti proses emosional terjadi secara individual. Jika kita mengajar dikelas, sudah barang tentu kadar aktivitas belajar para siswa beragam.

Upaya untuk menggairahkan kegiatan belajar mengajar, dalam filsafat konstruktifisme dikenal dengan istilah PAIKEM. PAIKEM merupakan singkatan dari Pembelajaran Aktif,  Iovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan.

Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif . Jika siswa sudah menanamkan hal ini dalam pikirannya, tidak akan lagi siswa yang pasif di kelas, perasaan tertekan , kemungkinan kegagalan, keterbatasan pihlihan, dan tentu saja akan terhindar dari bosan.

Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara mengakomodasi setiap karakteristik diri. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Contohnya, sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dan menggunkan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan, auditory atau kemampuan mendengar, kinestetik. Hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental, diantaranya membangun rasa percaya diri siswa.

Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan maksudnya suasana belajar mengajar yang menggairahkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar.

Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan, tetapi tidak efektif , pembeljaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.

Secara garis besar, PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut ; 1) Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dalam penekanan pada belajar melalui berbuat. 2) Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat, termasuk dalam menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa. 3) Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok, 4) Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.

D. Globalisasi

Globalisasi berasal dari kata global yang artinya secara umum atau keseluruhan. Globalisasi bermakna proses bersatunya seluruh warga dunia secara umum dan menyeluruh menjadi sebuah kelompok masyarakat.Globalisasi juga bermakna cara pandang atau proses masuk ke ruang lingkup yang mendunia. Perkembangan bagian-bagian ilmu pengetahuan seperti perekonomian, telekomunikasi, informasi dan transportasi merupakan ciri atau tanda dari globalisasi.

Globalisasi memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap perilaku masyarakat. Masyarakat yang berprilaku tradisional berubah menjadi berperilaku modern. Masyarakat yang semula memegang teguh kebudayaan daerahnya, sedikit demi sedikit akanterpengaruhi oleh kebudayaan asing.

Perubahan perilaku masyarakat sebagai dampak globalisasi dapat diamati melalui gaya hidup, makanan, pakaian, komunikasi, transportasi, nilai-nilai di masyarakat, dan tradisi.

Sikap yang harus diperhatikan dalam menghadapi globalisasi diantaranya:

    1. Bersikap bijaksan, dengan membuka diri terhadap pengaruh globalisasi.
    2. Waspada mempertahankan jati diri bangsa.
    3. Bersikap selektif.
    4. Mempertahankan nilai-nilai pergaulan sesuai kepribadian bangsa.
    5. Menjalankan nilai-nilai ajaran agama.

BAB III

PELAKSANAAN PERBAIKAN PENELITIAN

  1. A. Subjek Penelitian

Penelitian dilakukan dikelas **********, dengan jumlah siswa *** orang. Penelitian IPS dilaksanakan dengan rincian waktu sebagai berikut :

Tabel 3.1

Jadwal Pelaksanaan Pembelajaran IPS

No Hari/Tanggal Kelas Kompetensi Dasar Siklus Waktu
1

2

3

I

II

III

  1. B. Deskripsi Per Siklus

Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus yang masing-masing melalui empat tahap, yaitu : tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengumpulan data dan tahap refleksi. Dengan skema pelaksanaan sebagai berikut :

Gambar 3.1

Skema Siklus I, II, III

Siklus I

Siklus II

Siklus III

Adapun prosedur pelaksanaan dalam penelitihan ini, peneliti diskripsikan sebagai berikut:

1. Siklus I

a. Perencanaan .

Penelitian ini di mulai pada hari ********* diawali dengan mengindentifikasi masalah dan penetapan alternatif pemecahan masalah, menganalisis kurikulum yaitu dengan menetapkan standar kopetensi dan kopetensi dasar. Dalam tahap ini peneliti memilih kompetensi dasar yaitu memberi contoh pengaruh globalisasi di lingkungannya.

Langkah berikutnya adalah menyusun rencana pembelajaran, yaitu menentukan sekenario pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan ketrampilan proses, mempersiapkan sumber, bahan dan alat bantu pengajaran yang diperlukan, menyusun lembar kerja siswa dan format evaluasi, menunjuk dua teman sejawat yang akan bertugas sebagai pengamat serta berdiskusi dengan teman sejawat dalam mengembangkan format observasi pembelajaran.

b. Pelaksanaan

Rencana pembelajaran yang telah disiapkan, penulis melaksanakan pada hari ********** dengan dibantu teman sejawat. Adapun langkah-langkah pembelajarannya adalah :

1. Guru menjelaskan meteri tentang globalisasi.

2. Tanya jawab dengan siswa tentang globalisasi

3. Guru menjelaskan dampak globalisasi.

4. Tanya jawab tentang dampak globalisasi

5. Guru menyimpulkan materi.

c. Pengamatan / pengumpulan data

Pengumpulan data hasil tes formatif pada ********* dengan dibantu 2 orang teman sejawat. Data yang dikumpulkan berupa nilai prestasi belajar siswa.

Setelah mempelajari data-data yang telah terkumpul, kedua pengamat memberikan masukan-masukan pada peneliti yang kurang dan keberhasilan pada proses kegiatan belajar mengajar. Masukan tersebut sebagai pedoman untuk melaksanakan perbaikan pembelajarn siklus berikutnya.

d. Refleksi

Penulis melaksanakan refleksi siklus I pada hari *********** dengan dibantu dua teman sejawat. Peneliti mengevaluasi langkah-langkah yang telah ditempuh dan mengevaluasi data-data yang telah terkumpul dan hasil evaluasi ini dikonsultasikan dengan pembimbing.

2. Siklus II

a. Perencanaan

Perencanaan siklus II dilaksanakan pada hari ************ dengan dibantu 2 teman sejawat dan dosen pembimbing, yaitu dengan menentukan langkah-langkah, metode, alat yang akan digunakan oleh peneliti dalam proses selanjutnya nanti.

Berdasarkan refleksi hasil pembelajaran siklus I, maka untuk meningkatkan keberhasilan-keberhasilan dan untuk mengatasi kegagalan-kegagalan, maka penulis perlu melakukan bergagai upaya seperti berikut : untuk kegagalan guru (penulis) dalam proses pembelajaran maka akan penulis mentukan model pembelajan baru. Dan penulis  menetapkan menggunakan metode think pair and share.

b. Pelaksanaan

Penulis melaksanakan pembelajaran pada hari ************ dengan dibantu teman sejawat, Adapun langkah-langkah pembelajarannya adalah:

  1. Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Siswa diminta untuk berfikir tentang materi / permasalahan yang disampaikan guru
  3. Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (dalam kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing
  4. Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya
  5. Berawal dari kegiatan tersebut mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diungkapkan para siswa

c. Pengamatan/Pengumpulan Data

Dari hasil pelaksanaan siklus II penulis mengumpulkan data pada hari ************* Dengan dibantu pengamat, penulis mengevaluasi dan menganalisis data-data yang telah terkumpul. Data tentang prestasi belajar dikumpulkan melalui rekapitulasi nilai. Sedangkan data tentang proses pembelajaran dikumpulkan melalui lembar pengamatan.

d. Refleksi

Penulis melaksanakan refleksi siklus II pada hari ***********. Instrument yang dievaluasi meliputi :

1.   Penggunaan metode think pairand share.

  1. Rekapitulasi hasil lembar kerja siswa.
  2. Rekapitulasi hasil tes formatif siswa.
  3. Analisis hasil tes formatif siswa.
  4. Lembar pengamatan ketrampilan proses seluruh siswa (indikator keberhasilan).
  5. Lembar pengamatan pelaksanaan perbaikan pembelajaran.
  6. Data aktifitas siswa yang relevan dengan pembelajaran.
  7. Data aktifitas siswa kurang relevan dengan pembelajaran.

Dengan berpijak dari evaluasi data, maka penulis melakukan refleksi yaitu dengan mengidentifikasi kegagalan-kegagalan yang dialami siswa dalam proses pembelajaran. Hasil refleksi memperlihatkan bahwa :

  1. Siswa belum mampu  menjelaskan tentang dampak globalisi.
  2. Siswa belum mampu menjelaskan tentang perubahan perilaku dari dampak globalisi.
  3. Siswa belum mampu bersikap terhadap globalisasi.

2. Siklus III

a. Perencanaan

Perencanaan siklus II dilaksanakan pada hari ********** dengan dibantu 2 teman sejawat dan dosen pembimbing, yaitu dengan menentukan langkah-langkah, metode, alat yang akan digunakan oleh peneliti dalam proses selanjutnya nanti.

Berdasarkan refleksi hasil pembelajaran siklus II, maka untuk meningkatkan keberhasilan-keberhasilan pembelajaran penulis  menetapkan menggunakan metode think pair and share lagi .

b. Pelaksanaan

Penulis melaksanakan pembelajaran pada hari ********* dengan dibantu teman sejawat, Adapun langkah-langkah pembelajarannya adalah:

    1. Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai
    2. Siswa diminta untuk berfikir tentang materi / permasalahan yang disampaikan guru
    3. Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (dalam kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing
    4. Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya
    5. Berawal dari kegiatan tersebut mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diungkapkan para siswa

c. Pengamatan/Pengumpulan Data

Dari hasil pelaksanaan siklus III penulis mengumpulkan data pada hari *************. Dengan dibantu pengamat, penulis mengevaluasi dan menganalisis data-data yang telah terkumpul. Data tentang prestasi belajar dikumpulkan melalui rekapitulasi nilai. Sedangkan data tentang proses pembelajaran dikumpulkan melalui lembar pengamatan.

d. Refleksi

Penulis melaksanakan refleksi siklus II pada hari **********. Instrument yang dievaluasi meliputi :

1.   Penggunaan metode think pairand share.

2.   Rekapitulasi hasil lembar kerja siswa.

  1. Rekapitulasi hasil tes formatif siswa.
  2. Analisis hasil tes formatif siswa.
  3. Lembar pengamatan ketrampilan proses seluruh siswa (indikator keberhasilan).
  4. Lembar pengamatan pelaksanaan perbaikan pembelajaran.
  5. Data aktifitas siswa yang relevan dengan pembelajaran.
  6. Data aktifitas siswa kurang relevan dengan pembelajaran.

Dengan berpijak dari evaluasi data, maka peneliti melakukan refleksi yaitu dengan mengidentifikasi kegagalan-kegagalan yang dialami siswa dalam proses pembelajaran. Hasil refleksi memperlihatkan bahwa :

  1. Siswa sudah mampu  menjelaskan tentang dampak globalisi.
  2. Siswa sudah mampu menjelaskan tentang perubahan perilaku dari dampak globalisi.

Siswa sudah mampu bersikap terhadap globalisasi.

DAFTAR PUSTAKA

TIDAK LULUS SENSOR………….

NB : LAPORAN INI KHUSUS UNTUK TEMEN” MAHASISWA UT YG LAIN JGN COBA”

JIKA ANDA BINGUNG SETELAH MEMBACA LAPORAN INI SEGERALAH MINUM OBAT…

7 pemikiran pada “Contoh proposal PKP

  1. om ini proposal manteb kang.. bolehkah dijelaskan lebih rinci lagi, and bagaimana jika technik T.P.S ato think pair and share di terapkan dalam pembelajaran bahasa inggris khususnya pada pembelajaran reading, biasanya siswa2 pada males untuk baca buku, ato cerita.. nah bolehkah saya mendapat saran anda tentang tata cara yang bisa kita lakukan dalam pembelajaran reading dengan menggunakan metoda TPS

    aku kira TPS (Tempat Pemngutan Suara) :)…….
    mereka malas dikarenakan ga tau maksudnya yg dibaca (teks bacaaan B.Inggris) seperti saya juga :)….
    dalam pembelajaran model TPS langkah-langkahnya tidak harus sama persis sepeti yang diatas, guru bisa memodif (kyk motor aja🙂 ) langkah tersebut sesuai dengan keadaan siswa. kalo untuk membaca dalam bhs. inggris kita bisa gunakan cara :
    1. siswa dibagi menjadi beberapa kelompok
    2. setiap kelompok diberi bacaan/permasalahan yang berbeda
    3. setiap kelompok membaca dan memahami isi bacaan yang diberikan.
    4. setiap anggota kelompok harus tahu apa yang ada dalam bacaan tersebut
    5. guru memimpin diskusi kecil
    6. setiap kelompok melaporkan hasil kerja kelompoknya (dengan bahasa inggris tentunya…🙂 )
    7. semoga sukses
    8.kalo ada cara lain jgn lupa bagi” disini….🙂

    1. ”Dengan pendekatan Think Pair and Share untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS ) tentang Globalisasi.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s