Ajarkan Si Kecil Minta Maaf

SUDAH menjadi sifat dasar manusia, tidak pernah luput dari yang namanya salah. Namun banyak juga manusia yang masih sulit mengakui kesalahan apalagi meminta maaf atas kesalahan yang telah diperbuat.

Sebagai orang tua yang bijak, kebiasaan sulit meminta maaf sebaiknya sedini mungkin harus segera diatasi pada si kecil. Dan bulan suci seperti ini, tentu menjadi momen yang tepat untuk menanamkan sifat-sifat teladan kepada anak.

Mengajarkan hal-hal positif pada si kecil sejak dini, diyakini akan membiasakan mereka untuk meminta maaf bila melakukan suatu kesalahan pada orang lain.

Berikut beberapa cara yang bisa Anda terapkan untuk mengajarkan anak untuk meminta maaf:

1. Berikan contoh langsung

Sebaiknya sebagai orang tua, biasakan sedini mungkin menggunakan kata maaf bila melakukan kesalahan, baik terhadap anak-anak atau orang lain. Kebiasaan yang diterapkan dan dilihat anak-anak ini diharapkan akan menumbuhkan sikap yang sama di diri mereka.

2. Tunjukkan dengan bahasa tubuh

Saat meminta maaf, lakukan kontak mata. Hal ini dilakukan agar anak bisa turut merasakan penyesalan Anda. Bahasa tubuh ini dipercaya efektif digunakan saat berkomunikasi dengan batita yang belum lancar berkomunikasi secara verbal. Permintaan maaf bisa dilakukan dengan memeluk dan menciumnya setelah meminta maaf. Namun ingatkan anak, pelukan dan ciuman permintaan maaf hanya boleh diberikan pada anggota keluarga terdekat, sedang orang lain cukup dengan salaman saja.

3. Gunakan lirik lagu

Anak-anak tentu menyukai film-film bertema Barney atau Teletubbies. Adegan gerak dan lagu dalam film tersebut biasanya berisi kalimat kasih sayang dan berpelukan sebagai permintaan maaf. Lakukan adegan tersebut, dan ia akan mengikuti setiap adegan dan gaya dalam lirik lagu tersebut.

4. Ajarkan nilai empati

Setelah anak melakukan kesalahan, dan berat berkata maaf, ajaklah dia berdiskusi tentang rasa empati. Misalnya, saat ia memukul temannya hingga terluka, tanyakan padanya “menurutmu, apa yang kamu rasakan jika temanmu memukulmu?” Tanyakan hal ini sesering mungkin saat anak melakukan kesalahan, agar ia tahu bahwa perbuatannya salah. Biarkan juga dia mencari jawaban atas pertanyaan Anda, hal ini untuk melatih empatinya.

5. Minta maaf bukan berarti kalah

Mengajarkan sikap berjiwa besar itu memang sulit. Tak hanya pada orang dewasa, lebih-lebih pada anak kecil. Namun sedini mungkin biasakan mereka dengan contoh yang baik, bahwa meminta maaf terlebih dulu tidak selalu berarti kalah. Tapi sebuah perbuatan untuk menghormati kepentingan dan perasaan orang lain.

6. Minta maaf = hubungan pertemanan kembali baik

Saat si anak mengalami masalah dengan temannya, dan dia bersedia meminta maaf, maka sampaikan kepadanya itu sebuah langkah yang baik. Selain masalahnya terselesaikan, hubungan pertemanan itu akan kembali membaik, tanpa rasa kesal maupun dendam.

7. Malas minta maaf = kehilangan teman

Bagi seorang anak, teman sangatlah berarti. Ajarkan pada anak untuk selalu menyayangi dan menghargai teman-temannya. Jika si anak malas meminta maaf saat melakukan kesalahan, katakan padanya teman-temannya pasti tidak akan mau main dan berteman dengannya lagi.

8. Berikan apresiasi

Setelah mengucap kata maaf, baiknya berikan anak sebuah apresiasi dalam bentuk pujian. Hal tersebut sebagai langkah yang menguatkan bahwa apa yang dilakukannya sudah benar dan perlu diteladani.

sumber : suaramerdeka.com

3 pemikiran pada “Ajarkan Si Kecil Minta Maaf

  1. sudah seharusnya anak-anak di ajari minta maaf. sedari masih kecil mendidik dengan cara yang benar akan membiasakannya dikala dewasa kelak. meminta maaf adalh bagian dari amjuran agama apatah lagi ketika seseprang berbuat kesalahan. artikelnya sangat pass untuk semua kalangan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s