Pendidikan Matematika Realistik (PMR)

Pendidikan Matematika Realistik (PMR) mengatakan bahwa matematika harus dikaitkan dengan realita dan matematika merupakan aktivitas manusia. Ini berarti matematika harus dekat dengan anak dan relevan dengan kehidupan seharihari. Matematika sebagai aktivitas manusia maksudnya, manusia harus diberikan kesempatan untuk menemukan kembali ide dan konsep matematika. Menurut Treffers (1991) ada dua jenis matematisasi yaitu matematisasi horisontal dan matematisasi vertikal. Dalam matematisasi horisontal siswa menggunakan matematika untuk mengorganisasikan dan menyelesaikan masalah yang ada pada situasi nyata. Contoh matematisasi horisontal adalah pengidentifikasian, perumusan dan pemvisualisasi masalah dalam cara-cara yang berbeda, merumuskan masalah dalam kehidupan sehari-hari ke dalam bentuk matematika. Sedangkanmatematisasi vertikal berkaitan dengan proses pengorganisasian kembali pengetahuan yang telah diperoleh dalam simbol-simbol matematika yang lebih abstrak. Dalam RME kedua matematisasi horisontal dan vertikal digunakan dalam proses belajar mengajar. Treffers (1991) mengklasifikasikan empat pendekatan pembelajaran matematika yaitu: mekanistik, emperistik, strukturalis, dan realistik. Mekanistik lebih memfokuskan pada drill, emperistik lebih memfokuskan matematisasi horisontal, strukturalis lebih menekankan pada matematisasi horisontal dan vertikal, dan disampaikan secara terpadu pada siswa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s