Tinjauan Tentang Model Pembelajaran PAKEM

Pengertian Model Pembelajaran PAKEM

Model pembelajaran PAKEM adalah model pembelajaran yang bertumpu pada 4 prinsip yaitu aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

a. Aktif maksudnya bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa, sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan dan mengemukakan pendapat atau gagasan. Peran aktif siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi kreatif yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Dalam hal ini, seorang guru harus mampu memanfaatkan modalitas belajar yang dimiliki siswa baik visual, auditorial dan kinestetik, agar pembelajaran dapat optimal dan siswa ikut aktif terlibat lansung dalam pembelajaran.

b. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam, sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Kata kreatif dapat juga diartikan menumbuhkan motivasi, percaya diri dan kritis, sehingga pembelajaran menjadi tidak monoton dan penuh kreativitas.

c. Efektif dapat diartikan memanfaatkan waktu yang ada. Dalam proses pembelajaran harus sesuai dengan perencanaan pembelajaran yang telah dirancang.

d. Menyenangkan adalah suasana belajar mengajar yang menyenangkan. Pembelajaran yang menyenangkan dapat dilihat dari penampilan guru yang menarik, suasana belajar yang aktif, kaya dengan metode belajar, desain kelas yang tidak membosankan, sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada waktu belajar dan waktu curah perhatian siswa terhadap pembelajaran menjadi tinggi. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Sebaliknya, jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.

Pengertian PAKEM dapat dilihat dari dua segi :

a. Dari segi guru.

PAKEM adalah pembelajaran yang aktif bahwa seorang guru harus memantau kegiatan belajar siswa, memberi umpan balik, mengajukan pertanyaan kepada siswa, memanfaatkan modalitas belajar siswa baik yang visual, auditorial dan kinestetik dalam pembelajaran. Kreatif dimaksudkan adalah seorang guru bisa mengembangkan kegiatan yang beragam, membuat alat bantu belajar yang sederhana dan lain- lain. Efektif yaitu seorang guru dalam proses pembelajaran harus mampu mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Menyenangkan maksudnya bahwa dalam proses pembelajaran seorang guru diharapkan tidak membuat siswa takut salah, takut ditertawakan, takut dianggap sepele dengan diselingi kegiatan bermain atau kegiatan yang lain yang membuat anak merasa senang dalam belajar.

b. Dari segi siswa.

PAKEM adalah pembelajaran yang aktif bahwa siswa aktif bertanya, mengemukakan pendapat, merespon gagasan orang lain dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam hal ini siswa tidak ingin menjadi penonton, melainkan ikut aktif dalam pembelajaran dengan selalu mencoba hal-hal baru yang menantang, sehingga siswa menjadi aktif dan tidak pasif. Kreatif dimaksudkan bahwa siswa bisa merancang atau membuat hasil karya, seperti menulis, mengarang, melukis atau yang lainnya yang membuat anak kreatif. Dalam hal ini siswa tidak mudah putus asa dan puas dengan hasil kerjanya, sehingga siswa ingin mencoba dan membuat inovasi baru. Efektif maksudnya adalah siswa dibiasakan menggunakan waktu sebaik-baiknya dengan mengajak siswa langsung ke sumber belajar dengan memanfaatkan alat peraga yang ada, sehingga pembelajaran menjadi efektif dan sesuai dengan rencana pembelajaran. Menyenangkan yaitu dalam proses pembelajaran harus membuat anak asyik dan nyaman, dengan mensetting ruang kelas yang menarik , memajang hasil belajar anak di kelas, anak didekatkan ke dunia nyata, sehingga anak asyik belajar. Bagi siswa yang berprestasi, guru memberikan penghargaan atas prestasinya. Hal ini membuat anak tertantang sehingga pembelajaran tidak membosankan. Secara garis besar gambaran PAKEM adalah sebagai berikut :

a. Siswa dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.

b. Guru menggunakan berbagai alat peraga yang mampu membangkitkan motivasi siswa untuk belajar, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran lebih menarik, menyenangkan dan cocok bagi siswa.

c. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang menarik.

d. Guru menerapkan metode mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif termasuk metode belajar kelompok.

e. Guru memotivasi siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam hal pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.

2. Pelaksanaan Model Pembelajaran PAKEM

Adapun pelaksanaan model pembelajaran PAKEM terbagi menjadi dua tahap yaitu : tahap persiapan dan tahap proses.

a. Tahap Persiapan

Pada tahap persiapan ini seorang guru harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1) Berpusat pada siswa

Dalam pelaksanaan PAKEM, paradigma pembelajaran yang konvesional yaitu pembelajaran yang mana guru lebih dominan dalam proses pembelajaran atau dengan kata lain pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centered learning) harus diubah dengan pembelajaran yang berbasis kompetensi yaitu pembelajaran yang berorientasi pada aktivitas siswa (student centered learning). Dalam keseluruhan kegiatan pembelajaran, siswa merupakan subyek utama. Oleh karena itu, dalam proses ini hendaknya siswa menjadi perhatian utama dari para guru. Semua bentuk aktivitas hendaknya diarahkan untuk membantu perkembangan siswa. Keberhasilan proses pembelajaran terletak dalam perwujudan diri siswa sebagai pribadi mandiri, pelajar efektif dan pekerja produktif.

2) Guru membuat persiapan mengajar

Persiapan bagi seorang guru merupakan hal mutlak yang harus dikerjakan. Tanpa persiapan guru akan kehilangan arah dalam proses pembelajaran. Beberapa metode dengan karakter materi yang akan diajarkan harus sudah dipersiapkan sebelum diajarkan.

3) Skenario pembelajaran secara rinci dan matang

Skenario pembelajaran merupakan salah satu dari persiapan yang harus dibuat oleh guru. Skenario pembelajaran juga sering disebut dengan langkah-langkah pembelajaran atau sekarang lebih dikenal dengan sebutan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Skenario pembelajaran harus disusun secara rinci dan matang, agar materi dapat tersampaikan kepada siswa sesuai dengan rancangan yang telah disusun oleh guru.

4) Menerapkan asas fleksibilitas

Asas fleksibilitas artinya lebih lentur dalam memahami kondisi yang akan dihadapi. Dalam hal ini seorang guru tidak bisa kaku (monoton) dalam menerapkan pola pembelajaran dikelas. Untuk itu sebelum pembelajaran dimulai, guru harus mempersiapkan beberapa metode yang akan digunakan dalam menyampaikan materi, gunanya agar pembelajaran menjadi menyenangkan dan tidak membosankan.

5) Melayani perbedaan individual

Kita ketahui bahwa setiap anak mempunyai perbedaan. Untuk itu seorang guru harus mempersiapkan cara pelayanan bagi anak. Seorang guru tidak bisa membuat anak sama seperti gerigi sisir, tetapi harus disesuaikan dengan karakter dan kepribadian yang khas yang dimiliki oleh anak. Sebagaimana berbagai teori yang sudah disepakati oleh para pakar pendidikan bahwa setiap anak mempunyai modalitas belajar atau gaya belajar yang berbeda. Modalitas belajar yang dimiliki anak ada tiga yaitu gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik. Selain perbedaan dalam gaya belajar, anak juga mempunyai perbedaan dalam beberapa segi, misalnya intelegensi (kecerdasan), bakat, tingkah laku, sikap dan lain- lainnya. Hal ini mengharuskan guru untuk membuat perencanaan secara individual pula, agar dapat mengembangkan kemampuan-kemampuan siswa secara individual. Dalam model pembelajaran PAKEM perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama, melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk  membantu temannya yang lemah atau dapat diistilahkan anak menjadi tutor sebaya untuk temannya. Dengan mengenal kemampuan anak, kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan, sehingga belajar anak menjadi optimal.

b. Tahap Proses

Pada tahap ini seorang guru harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1) Mendengarkan pendapat siswa

Setiap anak mempunyai karakter dan keinginan yang berbeda. Untuk itu apa yang diinginkan oleh siswa harus didengarkan. Mendengarkan apa yang diinginkan atau pendapat siswa merupakan penghargaan terhadap siswa tersebut.

2) Menggunakan bermacam-macam sumber belajar

Sumber belajar yang harus dimiliki oleh guru adalah dari sumber tangan pertama dan tangan kedua. Adapun sumber belajar tangan pertama adalah sumber belajar yang langsung dialami oleh siswa, seperti pengalaman study tour, peristiwa ya ng dialami atau dilihat, situs bersejarah, narasumber dan lingkungan sekitar. Sedangkan sumber belajar tangan kedua adalah sumber belajar yang sudah dihasilkan oleh orang lain, misalnya buku pelajaran, buku paket, perpustakaan dan media pembelajaran lainnya. Dalam model pembelajaran PAKEM, seorang guru tidak boleh selalu menganggap buku paket sebagai satu-satunya sumber belajar. Guru harus mencari sumber belajar yang variatif, terutama sumber belajar yang dihasilkan oleh siswa dan segala yang ada disekitarnya.

3) Merangsang keberanian siswa untuk menyatakan dan menanyakan sesuatu

Guru harus mampu menumbuhkan minat siswa untuk menanyakan sesuatu dan menyatakan pengalamannya. Semua pembelajaran berpusat pada siswa, maka seorang guru harus bisa menggali potensi yang ada pada siswa dengan memberikan rangsangan atau stimulus, agar siswa mempunyai keberanian dalam mengungkapkan sesuatu.

4) Pertanyaan terbuka, menantang dan produktif

Agar siswa lebih berwawasan luas, pertanyaan yang diberikan oleh guru diusahakan mampu mengembangkan cara berfikir anak dengan menggunakan pertanyaan terbuka yaitu pertanyaan yang mempunyai jawaban betul lebih dari satu atau pertanyaan yang jawabannya membutuhkan penalaran siswa. Dengan demikian, anak akan lebih produktif dalam mengembangkan cara berfikir yang lebih luas dan terbuka.

5) Pemecahan masalah (problem solving)

Prinsip pemecahan masalah yaitu mengarahkan siswa untuk peka pada masalah dan mempunyai keterampilan untuk menyelesaikannya.10 Dalam model pembelajaran PAKEM, pembelajaran yang dilakukan lebih mengarah pada pemecahan masalah yang dihadapi oleh siswa agar pembelajaran lebih menarik dan bermanfaat. Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Kritis untuk menganalisis masalah dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Untuk itu tugas guru adalah

mengembangkannya. Antara lain dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan terbuka. Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “apa yang terjadi jika…” lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “apa, berapa, kapan”, yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu).

6) Menuntut hasil terbaik dari siswa

Guru menyiapkan dan mengarahkan siswa dalam proses pembelajaran, sehingga mendapatkan hasil yang maksimal dari siswa.

7) Memberikan umpan balik seketika

Kebiasaan anak-anak mempertanyakan segala hal harus dapat direspon dengan baik oleh guru. Pertanyaan yang timbul dari anak berasal dari rasa ingin tahu (coriosity) Banyaknya pertanyaan yang diajukan anak menunjukkan dinamisme dan kreativitas. Melihat gejala anak seperti ini, seorang guru harus memberikan umpan balik seketika. Dengan demikian akan muncul keingintahuan yang lebih besar.

Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa.

Selain itu, cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka.

8) Siswa memajangkan hasil karyanya

Sesuatu yang sangat berarti bagi seorang anak adalah ketika apa yang dikerjakan mendapatkan pengakuan dari orang yang ada disekitarnya, terutama orang-orang yang sangat dicintainya. Dalam proses pembelajaran, siswa sering menunjukkan hasil karyanya, namun terkadang kurang mendapat penghargaan. Mungkin karena tidak ada tempat atau mungkin dianggap kurang layak untuk diberikan penghargaan. Agar anak tumbuh motivasi yang lebih besar, maka hasil karyanya harus dipajang didalam kelas, apapun bentuk karyanya.

9) Kompetitif dan kooperatif

Persaingan dan kerjasama perlu diciptakan sejak dini. Persaingan dalam hal ini mempunyai pengertian bahwa perbedaan individu yang perlu dikembangkan potensinya. Setiap anak harus bisa mengembangkan potensi yang ada pada dirinya dan guru sangat berperan untuk menggali dan mengembangkan potensi ini. Disisi lain harus diciptakan kerjasama yang baik. Perbedaan yang satu dengan yang lain mampu mewujudkan rasa saling menghargai dan mampu bekerjasama dengan baik.

3. Metode yang Digunakan dalam Model Pembelajaran PAKEM

Metode mengajar adalah cara yang dipergunakan oleh guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran. Dengan metode ini diharapkan tumbuh berbagai kegiatan belajar siswa sehubungan dengan kegiatan mengajar guru. Dengan kata lain terciptalah interaksi edukatif. Proses interaksi ini akan berjalan baik kalau siswa banyak yang aktif dibanding gurunya. Oleh karenanya metode mengajar yang baik adalah metode yang dapat menumbuhkan kegiatan belajar siswa. Ada beberapa metode mengajar yang digunakan dalam model pembelajaran PAKEM, diantaranya :

a. Metode Diskusi

Metode diskusi adalah suatu cara penyajian pelajaran, di mana siswa dihadapkan pada suatu masalah yang bisa berupa pernyataan atau pertanyaan yang bersifat problematik untuk dibahas dan dipecahkan bersama. Teknik diskusi adalah salah satu teknik belajar mengajar yang dilakukan oleh seorang guru di sekolah. Di dalam diskusi ini proses belajar mengajar terjadi, di mana interaksi antara dua atau lebih individu yang terlibat, saling tukar menukar pengalaman, informasi, memecahkan masalah, sehingga semua siswa menjadi aktif, tidak ada yang pasif sebagai pendengar saja.

1) Kelebihan Metode Diskusi

a) Merangsang kreativitas anak didik dalam mengemukakan ide atau gagasan dalam pemecahan suatu masalah.

b) Mengembangkan sikap menghargai pendapat orang lain

c) Memperluas wawasan.

d) Membina untuk terbiasa melakukan musyawarah untuk mufakat dalam suatu pemecahan masalah.

2) Kekurangan Metode Diskusi

a) Pembicaraan terkadang menyimpang, sehingga memerlukan waktu yang panjang.

b) Tidak dapat dipakai pada kelompok yang besar.

c) Peserta mendapat informasi yang terbatas.

d) Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara atau ingin menonjolkan diri.

b. Metode Tanya Jawab

Metode tanya jawab adalah suatu cara mengajar di ma na guru dan siswa aktif bersama, guru bertanya siswa mencari jawaban, siswa mengemukakan ide baru dan dengan ini guru bertujuan menanyakan.  Metode tanya jawab dipergunakan sebagai ulangan pelajaran yang telah diberikan, sebagai selingan dalam pembicaraan, untuk merangsang anak didik agar perhatiannya tercurah kepada masalah yang sedang dibicarakan dan untuk mengarahkan proses berpikir.

Adapun hal- hal yang perlu diperhatikan dalam metode ini adalah :

1) Tiap pertanyaan hendaknya mengandung banyak masalah.

2) Pertanyaan hendaknya dipikirkan lebih dulu, jangan asal bertanya saja.

3) Siapkan jawaban yang ada kemungkinan benar dan tepat.

Metode tanya jawab memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan antara lain sebagai berikut :

1) Kelebihan Metode Tanya Jawab

a) Pertanyaan dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa.

b) Anak akan lebih cepat mengerti.

c) Partisipasi anak akan lebih aktif.

d) Merangsang siswa untuk melatih dan mengembangkan daya piker termasuk daya ingat siswa.

e) Mengembangkan keberanian dan keterampilan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pendapat.

2) Kekurangan Metode Tanya Jawab

a) Siswa merasa takut, apalagi bila guru kurang dapat mendorong siswa untuk berani bertanya.

b) Waktu sering banyak terbuang.

c) Tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berpikir siswa.

d) Dalam jumlah siswa yang banyak, tidak mungkin cukup waktu untuk memberikan pertanyaan kepada setiap siswa.

c. Metode Karyawisata

Metode karyawisata atau study tour adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan membawa siswa langsung ke obyek yang akan dipelajari yang terdapat di luar kelas. Kadang-kadang dalam proses belajar mengajar siswa perlu diajak ke luar sekolah. Hal ini bukan sekedar rekreasi, tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannya dengan melihat kenyataannya. Dengan menggunakan metode ini siswa lebih banyak mengetahui secara langsung apa yang sedang dipelajari. Misalnya tentang peninggalan sejarah. Siswa akan dapat melihat bukti-bukti nyata sejarah yang terjadi pada masa lampau. Begitu pula dengan topik-topik pelajaran lainnya.  Adapun kelebihan dan kekurangan metode karyawisata sebagai berikut :

1) Kelebihan Metode Karyawisata

1. Karyawisata memiliki prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran.

2. Membangkitkan penghargaan dan cinta kasih terhadap lingkungan dan tanah airnya.

3. Merangsang kreativitas siswa.

4. Informasi sebagai bahan pelajaran lebih luas dan aktual.

2) Kekurangan Metode Karyawisata

1. Fasilitas yang diperlukan dan biaya yang dipergunakan sulit untuk disediakan oleh siswa atau sekolah.

2. Sangat memerlukan persiapan atau perencanaan yang matang.

3. Memerlukan koordinasi dengan guru bidang studi lain, agar waktu pelaksanaan karyawisata tidak mengganggu jam pelajaran lain.

4. Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama, sedang unsur studinya menjadi terabaikan.

5. Sulit mengatur siswa yang banyak dalam perjalanan, bila kurang pengawasan ketertiban akan kurang.

d. Metode Tugas dan Resitasi

Metode resitasi (penugasan) adalah metode penyajian bahan pelajaran di mana guru memberikan tuga tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Metode ini diberikan karena dirasakan bahan pelajaran terlalu banyak, sementara waktu sedikit. Artinya banyaknya bahan yang tersedia dengan waktu kurang seimbang. Agar bahan pelajaran selesai sesuai dengan batas waktu yang ditentukan, maka metode inilah yang biasanya guru gunakan untuk mengatasinya. Metode tugas dan resitasi biasanya bisa dilaksanakan di rumah, di sekolah, di perpustakaan dan di tempat lainnya. Tugas dan resitasi merangsang anak untuk aktif belajar, baik secara individual atau kelompok. Adapun langkah-langkah dalam penggunaan metode tugas dan resitasi yaitu :

1) Fase pemberian tugas

Tugas yang diberikan kepada siswa hendaknya memperhitungkan :

a) Tujuan yang akan dicapai.

b) Jenis tugas yang jelas dan tepat, sehingga anak mengerti apa yang ditugaskan kepadanya.

c) Sesuai dengan kemampuan siswa.

d) Ada petunjuk atau sumber yang dapat membantu pekerjaan siswa.

e) Sediakan waktu yang cukup untuk mengerjakan tugas tersebut.

2) Langkah pelaksanaan tugas

a) Diberikan bimbingan dan pengawasan oleh guru.

b) Diberikan dorongan, sehingga anak mau bekerja.

c) Dikerjakan oleh siswa sendiri tidak menyuruh orang lain.

d) Diajukan agar siswa mencatat hasil-hasil yang ia peroleh dengan baik dan sistematik.

3) Fase mempertanggung jawabkan tugas Hal-hal yang harus dikerjakan pada fase ini :

a) Laporan siswa baik lisan atau tulisan dari apa yang telah dikerjakan.

b) Ada Tanya jawab dan diskusi kelas.

c) Penilaian hasil pekerjaan siswa baik dengan tes maupun non tes.

Fase mempertanggungjawabkan tugas inilah yang disebut “resitasi”.

Metode tugas dan resitasi mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan antara lain :

1) Kelebihan

a. Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktivitas belajar baik secara individual maupun kelompok.

b. Dapat mengembangkan kemandirian siswa diluar pengawasan guru.

c. Dapat membina tanggung jawab dan disiplin siswa.

d. Dapat mengembangkan kreativitas siswa.

2) Kekurangan

a. Siswa sulit dikontrol, apakah benar mengerjakan tugas sendiri atau dikerjakan orang lain.

b. Khusus untuk tugas kelompok, tidak jarang anak yang aktif mengerjakan tugas, sedangkan anggota lainnya tidak berpartisipasi dengan baik.

c. Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan perbedaan individu siswa.

d. Sering memebrikan tugas yang monoton (tidak bervariasi) dapat menimbulkan kebosanan pada siswa.

e. Metode Sosiodrama

Unsur yang paling menonjol dalam bermain peran (sosiodrama) adalah unsur hubungan sosial. Dalam bermain peran, siswa dapat mencoba menempatkan diri sebagai tokoh atau pribadi tertentu. Misalnya sebagai pahlawan, petani, dokter, guru dan sebagainya. Ini dapat melatih siswa menghargai jasa dan peran orang lain, serta meresapi nilai- nilai kebersamaan dan tenggang rasa.

Tujuan yang diharapkan dengan penggunaan metode sosiodraman antara lain adalah :

1) Agar siswa dapat menghayati dan menghargai perasaan orang lain.

2) Dapat belajar bagaimana membagi tanggung jawab.

3) Dapat belajar bagaimana mengambil keputusan dalam situasi kelompok secara spontan.

4) Merangsang kelas untuk berpikir dan memecahkan masalah.

Metode sosiodrama mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan antara lain sebagai berikut :

1) Kelebihan

a. Siswa melatih dirinya untuk melatih, memahami dan mengingat isi bahan yang akan didramakan. Sebagai pemain harus memahami, menghayati isi cerita secara keseluruhan. Dengan demikian, daya ingatan siswa harus tajam dan tahan lama.

b. Siswa akan terlatih untuk berinisiatif dan berkreatif. Pada waktu bermain peran, seorang pemain dituntut untuk mengemukakan pendapatnya sesuai dengan waktu yang tersedia.

c. Kerja sama antarpemain dapat ditumbuhkan dan dibina dengan sebaik-baiknya.

d. Siswa memperoleh kebiasaan untuk menerima dan membagi tanggung jawab dengan sesamanya.

e. Bahasa lisan siswa dapat dibina menjadi bahasa yang baik agar mudah dipahami oleh orang lain.

2) Kekurangan

a. Sebagian siswa yang tidak ikut bermain peran menjadi kurang kreatif.

b. Banyak memakan waktu, baik waktu untuk persiapan maupun pelaksanaan pertunjukan.

c. Memerlukan tempat yang cukup luas, jika tempat bermain sempit anak menjadi kurang bebas.

d. Kelas lain sering terganggu oleh suara pemain dan para penonton yang kadang-kadang bertepuk tangan dan sebagainya.

f. Metode Kerja Kelompok

Metode kerja kelompok dipakai dalam interaksi belajar mengajar agar siswa bisa bekerjasama membahas atau memecahkan suatu masalah. Metode ini dijalankan dengan membagi kelas menjadi beberapa kelompok. Pengelompokan itu dapat dilakukan atas dasar :

1) Perbedaan individu dalam bakat, minat atau kegemaran.

2) Hubungan keakraban.

3) Daerah tempat tinggal.

4) Hasil undian.

5) Untuk memperbesar partisipasi siswa.

6) Untuk mengatasi bahan pelajaran yang kurang fasilitasnya.

7) Untuk membagi tugas atau pekerjaan.

Metode kerja kelompok mempunyai kelebihan dan kekurangan, antara lain sebagai berikut :

1) Kelebihan

a) Siswa mudah diawasi dan dibimbing karena jumlahnya relative kecil.

b) Siswa belajar diskusi, bertukar pikiran dan memecahkan masalah secara demokratis.

c) Siswa akan menjadi lebih berani mengemukakan pendapatnya dimuka kelompoknya, dikelompok lain yang lebih besar dan dihadapan orang banyak.

d) Membinan kerjasama dan gotong royong.

e) Pendapat kelompok lebih matang dan dapat dipertanggung jawabkan daripada pendapat individu.

f) Membangkitkan semangat bersaing yang sehat antar kelompok.

2) Kekurangan

a. Sulit membentuk kelompok yang dapat bekerjasama secara baik.

b. Timbul rasa kelompokisme yang kurang sehat.

c. Anggota kelompok yang malas mungkin akan menyerahkan segala-galanya kepada ketua kelompok atau rekannya yang rajin dan pandai.

d. Penilaian terhadap individu sulit karena tersembunyi di balik kelompok.

e. Seluruh waktu bisa jadi didominasi oleh kelompok yang pandai dan berani berbicara.

f. Jika terjadi pertentangan antar anggota kelompok, maka hasil pekerjaannya akan kurang baik.

g. Bila ada salah seorang anggota kelompok yang bersikeras mempertahankan ide atau pendapatnya akan menghambat penyelesaian tugas kelompok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s